RSS

Sistem kadang berjalan apa adanya, kita tak pernah terpikir untuk mengubahnya. Sistem adalah sesuatu yang membantu, pembantu yang berkuasa. Dunia adalah sistem itu. Sejenak berpikir kritis, dunia yang kelam perlahan beranjak estetis.

Aku, Kamu, dan Perbedaan Kita


              “Lihat aku, aku jadi best seller lho.....” kata sebuah buku novel karya penulis terkenal. “Best seller kalau cuma bikin orang senang berimajinasi, sama aja bohong...” kata buku yang lain. “Aku nich, buku kesehatan pasti banyak orang yang jadi sehat karena aku. Hahaha......” sebuah buku kesehatan tertawa angkuh. Buku yang lain tak kalah angkuh. Mereka saling menyombongkan diri dan menjatuhkan buku yang lain. Riuh di sebuah toko buku.
           Saling mencari kelemahan mungkin adalah hal biasa di jaman sekarang. Saling menjatuhkan untuk berdiri di puncak paling atas. Serta saling sikut untuk buktikan tak ada lagi yang sehebat diri sendiri. Semua diusahakan, dilakukan, dan dipaksakan supaya semua mata memandangnya. Entah mata sinis, setuju, atau acuh.
            Saat kita memandang ke atas, mungkin hanya sebagian kecil yang dapat kita jadikan contoh baik. Sebagian yang lain hanya pendompleng dengan pengakuan bahwa mereka paling peduli. Ke atas, kepada pemerintahan kita. Ada lagi selain saling tuduh, saling hantam, dan saling angkat tangan?
          Aku, kamu, dan perbedaan di antara kita. Tak ada manusia yang tercipta sama, bahkan kembar sekalipun. Kita pun begitu. Tercipta beda dengan karakter yang tak sama. Suatu waktu aku berjalan dan melihatmu berkumpul dengan kalanganmu. Orang mungkin menyebutnya “teknokrat” atau apalah itu. Tapi aku senang menyebutnya sebagai “pemikir yang punya misi”. Di waktu yang lain aku melihat temanmu. Dia “aktivis”, begitu kata orang. Perjuangannya memang tak diragukan. Perjuangan yang harus sesuai sistem dan alur. Perjuangan yang menolak segala non-mainstream, nyleneh, ataupun intermezzo.
          Absurd yang aku ungkapkan di sini? Memang begitulah. Terkadang bicara lugas dan apa adanya sangat ditentang di negeri ini. Lingkunganku tak kalah begitu. Perbedaan akan langsung ditendang, pemikiran akan langsung dibuang. You know that we are different. Kita Indonesia, berbeda tapi tetap satu. So, masih tetapkah kita berselisih?
           Mungkin aku bukan golonganmu, bukan juga kalanganmu. Tapi aku di sini, mendukungmu selalu. Aku tak pernah menjatuhkanmu. Aku hanya kadang berpikir “salahkah jika aku berbeda?”. Kita punya style masing-masing. Kita berjalan dengan kemampuan terpendam kita. Kita tunjukkan bahwa kita dapat saling mendukung, saling melengkapi. Bukan kerja bareng, tapi kerja sama. Saat kau di jalan mainstream, aku berlalu di tapak non-mainstream. Percayalah, kita akan tersenyum bersama karena aku, kamu, dan perbedaan kita ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment