RSS

Sistem kadang berjalan apa adanya, kita tak pernah terpikir untuk mengubahnya. Sistem adalah sesuatu yang membantu, pembantu yang berkuasa. Dunia adalah sistem itu. Sejenak berpikir kritis, dunia yang kelam perlahan beranjak estetis.

NetRiders 2014

San Jose, California, USA, sudah di depan mata. Tapi sayang, Allah belum mengijinkan saya pergi kesana :)

Awal Mula

Di tahun 2014, saya ikut lagi kompetisi NetRiders. Biar tau NetRiders itu apa, bisa lihat di post ini. Tahun ini saya berpasangan dengan orang lain lagi, yaitu Syukron. Di tahun 2013, Syukron dapet juara 3 NetRiders Indonesia yang diadakan di Universitas Diponegoro, Semarang. Sebagai persiapan di tahun 2014 ini, kalo tidak salah sebulan terakhir saya dan Syukron belajar 2-3 jam per hari, untuk mensinkronkan materi.
             
Babak penyisihan di intra akademi dimulai, kalo tidak salah tanggal 10 Mei 2014. Penyisihan dilaksanakan di Lab Jarkom, JTETI. Sekitar 10 tim (20 orang) ikut dalam penyisihan itu. Antara yakin dan tidak yakin, karena pada saat bagian practical skill, kami tidak teliti dalam mengerjakan. Sedikit menyesal, tapi kami tetap optimis menunggu hasil.
             
Peraturannya masih sama, yang berhak masuk di final adalah tim yang masuk peringkat 20 besar nasional, tetapi maksimal hanya 2 tim saja per akademi. Masih ingat saat itu lagi makan di luar, dan tiba-tiba ditelpon Taufiq kalo saya lolos final Netriders yang akan dilaksanakan di Malang. Seneng banget, akhirnya bisa selangkah lebih maju dari tahun sebelumnya. Dari akademi JTETI UGM, ada satu lagi tim yang lolos. Dan kami berangkat bersama ke Malang untuk berlaga di final NetRiders Indonesia pada tanggal 7 Juni 2014.
             
Final NetRiders Indonesia
Sebenarnya untuk persiapan final tidak se-intens pada persiapan pertama, karena Syukron sibuk dengan skripsi dan akan mempersiapkan pendadaran. Tapi kami tetap belajar sendiri-sendiri, membagi topik sesuai dengan keahlian masing-masing. Dan tibalah hari final NetRiders di Universitas Brawijaya, Malang. Babak pertama, yaitu teori kami lalui sebisanya. Setelah itu ada sesi istirahat coffee break 15 menit. Kemudian dilanjutkan dengan sesi practical skill. Sesi ini lah yang selalu bikin waswas, karena soalnya tidak terduga. Tapi, alhamdulillah waktu itu kami bisa menemukan server yang dicari, sehingga bisa dibilang lancar untuk menjawab soalnya. Pertandingan selesai, dan kami pasrah pada hasilnya.
            
Setelah makan siang, sekitar pukul 14.00 kami kembali berkumpul untuk mengikuti pengumuman hasil akhir. Sebenarnya kompetisi yang diadakan tidak hanya NetRiders, tapi ada juga NetExcellence untuk tingkat instruktur. Pengumuman awal adalah untuk NetExcellence, dan instruktur kami Mas Yoga mendapatkan peringkat ketiga. Dan saat yang mendebarkan datang juga, pengumuman NetRiders. Seperti biasa, yang diumumkan mulai dari juara ketiga. Juara ketiga, bukan nama kami yang dipanggil. Juara kedua, bukan nama kami juga yang dipanggil. Waktu itu dagdigdug dagdigdug kenceng banget. Dan MC mengumumkan juara pertama, dengan menyebutkan nama akademinya: “ELECTRICAL ENGINEERING AND INFORMATION TECHNOLOGY, UNIVERSITAS GADJAH MADA, atas nama SYUKRON ABU ISHAQ ALFAROZI & LATHIFAH FATHARANI”. Speechless. Syukron sudah maju ke depan duluan, dan saya mengikuti. Masih ga percaya, sampai-sampai tangan saya mati rasa waktu itu. Dan itu artinya, kami akan mewakili Indonesia di NetRiders Asia Pasifik (APAC NetRiders). Kami menerima tropi serta sempat bersalaman dengan Senior Manager, SIG untuk region Asia Pasifik.


PS: Harusnya itu "Cisco Netriders"

Foto bersama Mr. Markus Schwertel (Senior Manager, SIG, Asia Pasifik)

Saya dan Syukron..


Akhirnya setelah sekian lama, UGM berhasil mendapat juara satu dan akan menjadi wakil di NetRiders Asia Pasifik yang akan dilaksanakan Oktober. Pada tahun sebelumnya, lomba tingkat Asia Pasifik dilakukan di luar negeri (di salah satu negara peserta Asia Pasifik). Tapi karena ada teknologi namanya TelePresence (semacam TeleConference), jadi masing-masing wakil berlomba di negaranya masing-masing dengan menggunakan TelePresence itu. Jadi ga bisa jalan-jalan duluan, hehehe :D Nantinya kami akan melawan sekitar 17 negara di Asia Pasifik. 1st winner and 1st runner up akan mendapatkan hadiah gratis jalan-jalan ke San Jose, California, USA, salah satunya bisa mengunjungi Cisco pusat.
             
Setelah melalui diskusi antara academy manager masing-masing negara, akhirnya disepakati APAC NetRiders akan dilaksanakan tanggal 30 Oktober. Kebetulan Syukron belum lama pulang dari Jepang untuk exchange (dia udah bikin passport duluan aja), jadi kami belajar mandiri. Kami berangkat dari Jogja tanggal 28 Oktober, ditemani ibu dosen tercinta, Ibu Suning. Begitu sampai di Jakarta, kami menemani Bu Suning dulu mengurus visa di Kuningan City, dan baru beristirahat di hotel. Malamnya, kami dijamu makan malam oleh Pak Adri sekeluarga (Pak Adri adalah academy manager Cisco Indonesia).
             
APAC NetRiders
Hari itu akhirnya datang juga. Pukul 08.30 kami sudah berada di Cisco System dan menunggu kompetisi dimulai. Kami memasuki ruangan TelePresence, dan bisa melihat wajah peserta dari negara lainnya. Sekitar 10.30 kompetisi baru bisa dimulai. Sesi teori, kami lalui sebisanya. Kami tidak terlalu menemukan kesulitan di situ. Istirahat 15 menit, kemudian sesi praktek dimulai. Nah, kami menemui kesulitan disini. 30 menit pertama, saya dan Syukron hanya berkutat memahami topologi jaringan dan maksud soalnya. Di sisa 60 menit selanjutnya, kami memaksa menjawab pertanyaan, mengutak-atik sana-sini, dan di detik-detik terakhir kami submit jawaban kami. Well, sangat tidak yakin. Bener-bener pasrah akan hasilnya.
             
15 menit selanjutnya, pemenang akan diumumkan. Setelah sambutan blablabla, diumumkan lah juara ketiga, yang diraih oleh Mongolia. Lalu juara kedua, diraih oleh China. Saya udah feeling, jadi pasrah aja. Juara pertama diraih oleh Taiwan. Jadi, wakil dari Taiwan dan China lah yang bisa pergi ke San Jose (kok kebetulan kluster Asia Timur semua yang menang, hehehe). Kalo ditanya perasaan waktu itu, kecewa. Tapi untung tidak lama, mungkin karena udah pasrah itu tadi. Jalannya emang udah begitu kali ya. “Maaf Indonesia, kami pemuda Indonesia belum bisa mempersembahkan sesuatu untukmu”. Masih edisi sumpah pemuda sih, hehehe.
             
Sorenya kami langsung menuju stasiun untuk kembali ke Jogja. Dan surprise, temen yang udah kerja di Jakarta mengunjungi kami. Malah langsung dapat “obat” dari situ, kecewanya hilang. Semoga wakil UGM taun depan bisa lebih baik dan bisa mendapat 1st winner di APAC Netriders. Mungkin takdir saya ke San Jose bukan lewat NetRiders, mungkin bisa saja lewat jalur lainnya. Tetap, saya pengen ke San Jose. Someday, inshaa Allah :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment