RSS

Sistem kadang berjalan apa adanya, kita tak pernah terpikir untuk mengubahnya. Sistem adalah sesuatu yang membantu, pembantu yang berkuasa. Dunia adalah sistem itu. Sejenak berpikir kritis, dunia yang kelam perlahan beranjak estetis

Andai Saja

© katamutiara.me
Pernahkah kamu temui sisipan sindiran lewat seuntai pesan, satir lembut bernada getir, atau simbolisasi pujaan dalam bait puisi? Bukan di dunia nyata, bukan di dunia yang nyatanya sangat damai sejahtera. Ini tentang dunia maya, dunia terbalik yang gaduh, riuh, dan tak acuh. Dunia penuh sindiran, satir, dan simbolisasi. Dunia dengan satu kalimat bijak, “Tak ada yang lebih benar selain golonganku”.

Andai saja Facebook tak ada, andai saja Mark tak terpikir untuk coding produk ini, mungkin saja perang foto tak ada juga. Tak akan pernah ada status saling sindir antarpendukung, tak ada juga makian serta cercaan yang saling mengisi linimasa.

Andai saja Twitter tak ada, andai saja “burung biru” itu lepas terbang, mungkin saja 140 karakter saling serang tak pernah ada juga. Tak akan pernah ada tweetwar seru hingga flooding, tak ada juga hashtag sekadar sindir, serta tak akan pernah ada hashtag spesifik ditambah mention yang saling tindih di linimasa.

Andai saja portal berita online dan media lain tak pernah ada, mungkin saja black campaign tak pernah muncul. Tak ada saling gugat, saling tuduh, juga saling hasut. Mungkin semua tampak damai tanpa kehadiran media.

Andai saja. Andai saja masalah sosial tak dibawa ke dunia maya, tentu tenggang rasa akan terus terpelihara. Andai saja masalah agama tak dibawa ke dunia maya, tentu toleransi akan langgeng terjaga. Andai saja masalah golongan tak dibawa ke dunia maya, tentu kebencian tak akan nyata. Andai saja tak ada dunia maya, tentu kehidupan akan lebih tertata. Andai saja tak ada kehidupan, tentu saja tulisan ini tak akan pernah ada.

Baca SelengkapnyaAndai Saja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[Cerita Mini] Misteri Gadis Bergaun Putih

© mefist0.blogspot.com
Dia seorang gadis kecil. Aku perkirakan umurnya sekitar 5-6 tahun, bergaun terusan warna putih bersih. Sudah tiga hari aku melihatnya berdiri bersandar kepada batu besar di tepi jalan. Kepalanya selalu menunduk saat aku melihatnya dari seberang jalan. Dia seperti sedang menunggu. Aneh, dia selalu di sana saat senja mulai hilang, saat aku pulang dari tempatku mengadu nasib. Aku tak mengenalnya, karena memang aku baru tiga hari di kota tempat tinggal pamanku ini. Ingin kusapa dia, tapi aku ragu. Ada rasa aneh yang menahanku untuk melakukannya. Bahkan, orang yang melintas pun seakan tak acuh dengan sosoknya.

Hari ini senja keempatku. Dalam perjalanan pulang, aku teringat cerita paman tadi malam. Saat aku bertanya tentang gadis kecil itu, paman bercerita tentang peristiwa setahun lalu. Sebuah mobil lepas kendali, lalu menabrak batu besar tempat gadis kecil itu bersandar, tepat saat senja mulai hilang. Gadis kecil itu, saat itu sedang menunggu ibunya datang menjemput. Dia sedang bersandar di batu sambil berharap sang ibu segera datang. Malang memang tak dapat ditolak, sang ibu yang baru tiba, melihat gadis kecil itu tertabrak mobil. Gaun putihnya bersimbah darah.

Beberapa meter lagi, aku akan melewati batu besar itu. Dari jauh aku sudah melihat gadis kecil itu, yang kini gaun putihnya bermotif bercak merah tua. Tepat saat aku di seberangnya, gadis kecil itu tak lagi menunduk. Dia menatapku. Dia tersenyum, seakan berkata, “Kau sudah tahu tentangku ya?”.

Baca Selengkapnya[Cerita Mini] Misteri Gadis Bergaun Putih

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kenapa Kau Menghindariku?

© www.hetanews.com
Jalan-jalan sore sendirian memang cara paling asyik memecah suntuk. Apalagi setelah hujan reda, aroma petrichor yang khas cukup ampuh membuka memori lama. Cuci mata keliling kompleks, lirik kanan-kiri mengamati sekitar. Tunggu dulu, di ujung sana tampak seseorang yang kukenal berjalan mendekat. Ya, aku sangat mengenalnya. Tapi, kenapa dia tiba-tiba berbalik arah? Apakah ada yang ketinggalan? Atau dia menghindariku? Ah, tak mungkin dia menghindar. Tapi kalau benar dia menghindariku, karena apa? Hmm, mungkin 5 alasan ini jawaban kenapa dia--atau seseorang yang lain--menghindari pertemuan denganku.

MALU
Rasa malu bisa muncul karena banyak sebab, salah satunya adalah ketahuan pernah melakukan kesalahan atau hal yang tak tepat. Mungkin itu adalah kesalahan kecil, tapi bagi beberapa orang, itu adalah masalah besar, seperti diingatkan oleh gebetan tentang sisa nasi yang menempel di pipi, kepeleset di depan kelas, kesandung saat sedang memimpin upacara, atau salah menggandeng tangan orang.
Ah, kalau dia menghindariku karena malu, apa yang pernah dia lakukan? Apa dia pernah melakukan hal aneh di depanku?

TAKUT
Ketakutan saat bertemu seseorang, itu sering aku alami, terutama bertemu orang yang baru dikenal. Bisa saja dia galak, bisa saja dia judes, bisa saja dia emosional, bisa saja yang lain, itu beberapa yang terkadang aku takutkan. Tapi ketakutan terbesar adalah saat aku punya kesalahan kepada orang lain dan belum minta maaf. Mau bertemu orang itu rasanya panas-dingin, pikiran tak bisa fokus, dan badan gemetaran, persis saat mau bertemu dosen pembimbing. Mau tak mau, harus dipaksakan bertemu. Atau jika masih tak mampu bertemu, ya menghindar saja.
Tunggu, apa dia menghindariku karena kesalahannya waktu itu? Tapi kan dia sudah minta maaf.

BENCI
Benci tapi rindu? Bukan. Ini bukan tentang lagu. Orang yang benci denganku terkadang menghindariku. Benci itu banyak sebabnya. Bisa karena iri dengan prestasi, kesalahan berat di masa lalu, atau bisa juga karena persaingan (bisnis, asmara, atau akademik). Walau aku tak tahu alasan pastinya, tapi aku yakin setiap orang punya haters. Dan karena benci jugalah, terkadang seseorang tak mau melihat wajah orang yang dibencinya, walau cuma sebutir jerawat di pipi. Bahkan, mendengar atau menyebut namanya adalah hal yang jijik.
Maybe you hate him/her, but don’t be a hater.
Jangan-jangan dia menghindariku karena kebenciannya padaku? Tapi benci karena apa?

TIDAK TAHU (TIDAK KENAL)
Ini sering terjadi. Pernah aku tanya kepada teman, “Kok kemarin aku sapa, kamu diam saja?”. Dia menjawab, “Oh maaf, kemarin aku nggak tahu ada kamu.”. Ya, dia menghindar bisa jadi karena tak tahu kehadiranku. Bisa juga karena dia lupa pernah bertemu denganku. Nah dalam kasus ini, aku sok PD karena menganggap dia kenal aku, padahal dia bingung dan bertanya “Maaf, Anda siapa?”. Alasan kenapa terkadang orang menghindar saat akan berpapasan dengan kita, yaitu mungkin dia memang tak tahu kehadiran kita.
Eitss, jangan-jangan dia menghindar karena tak mengenal aku? Eh, tapi kan dia temanku. Apa aku salah orang?

CINTA
Jangan salah, orang yang jatuh cinta terkadang akan menghindari perjumpaan dengan pujaan hatinya. Bisa karena dia tak mau terlalu jatuh ke dalam cinta (menjaga hati), atau bisa juga karena dia menghindari salah tingkah. Tahu lah, orang yang jatuh cinta susah mengendalikan perasaan, logika, serta tindakannya. Cara untuk menghindari itu semua ya menghindari objeknya.
Hmm, apa dia menghindar karena jatuh cinta padaku? Ah, entahlah.

Selain 5 hal di atas, masih banyak sebab kenapa seseorang menghindari kita. Bisa karena dia kelupaan sesuatu sehingga harus berbalik, bisa karena pikirannya sedang kusut, atau bisa juga karena dia sedang punya urusan penting. Apapun itu, ada satu hal yang tak boleh kita hindari. Apa itu? Siapa itu?
SANG PENCIPTA. Walau kita malu, takut, benci, tidak kenal, atau cinta, kita tak boleh menghindari-Nya. Kita justru harus mendekat, menyapa, dan melakukan segala yang diperintahkan-Nya, supaya Dia juga dekat dengan kita. Dan percayalah, semua perasaan itu hanya akan tersisa satu, yaitu cinta. Cinta karena-Nya.

Jadi, sebenarnya apa yang membuatnya menghindariku? Ah, aku akan coba bertanya padanya. Semoga dia menjawab, “Karena cinta.” #Eh

Baca SelengkapnyaKenapa Kau Menghindariku?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kapan Teman Jadi Keluarga?

© kvltmagz.co
Kita sebagai manusia adalah makhluk sosial, yang berarti setiap hari tak akan lepas dari interaksi terhadap sesama. Interaksi ini akan menghadirkan orang-orang yang dekat dengan kita, yaitu teman. Teman adalah orang yang selalu ada bersama kita, baik suka maupun duka. Teman juga yang terkadang bisa menggantikan kehadiran anggota keluarga. Ya, teman memang bisa kita anggap sebagai keluarga sendiri. Apalagi dalam 4 situasi seperti berikut.

CURHAT
Bagi beberapa orang, curhat adalah suatu hal yang cukup berat dilakukan. Ini dikarenakan dalam pandangannya, tak semua orang akan membuatnya nyaman bercerita, bahkan kepada ibu atau ayah. Temanlah yang bisa menggantikan peran ibu atau ayah. Teman adalah tempat curhat paling pas. Dengan nasihat lembut, teman bisa menggantikan peran ibu. Dengan ketegasannya saat mengingatkan kesalahan kita, teman bisa menggantikan peran ayah. Kamu lebih sering curhat kepada teman atau anggota keluarga?

MELAKUKAN HAL YANG DISUKAI
Seringkali kita bermain sepakbola bersama ayah, atau mungkin bermain bulutangkis bersama adik. Kadang juga kita belanja dan cuci mata bersama ibu. Jika mereka tak bisa hadir untuk melakukan hal yang disukai bersama kita, ada teman yang siap menggantikannya. Bisa saja kebiasaan teman saat bersepakbola sama dengan kebiasaan ayah, sering jatuh tanpa sebab. Bisa saja gaya smash teman mirip dengan gaya adik kita. Atau excited-nya teman saat kita ajak belanja sama persis dengan semangat belanjanya ibu. Apapun hal yang kita sukai lalu dilakukan bersama teman dengan perasaan senang, sedikit banyak dapat menggantikan kehadiran anggota keluarga.

MAKAN BERSAMA
Makan bersama teman seringkali dapat menghadirkan suasana kebersamaan dengan keluarga. Kebiasaan sendawa setelah makan, kentut yang tertahan, sisa nasi yang menempel di pipi, atau cara memegang sendok, adalah hal-hal unik yang seringkali mengingatkan kita kepada serunya makan bersama keluarga. Jika keluarga tak bisa menemani kita makan bersama, ajaklah teman. Pasti mereka sama serunya dengan makan bersama keluarga.

MERANTAU
Kata orang, merantau adalah keharusan jika kita ingin lebih sukses. Namun, merantau mempunyai banyak pertimbangan, salah satunya adalah tak adanya anggota keluarga yang menemani. Di sinilah peran teman saat merantau. Teman akan sudi membantu saat kita kesusahan. Teman akan senang jika kita ajak jalan-jalan. Susah, senang, duka, maupun suka, teman sedikit banyak dapat menghilangkan kerinduan akan hadirnya keluarga.

Selain 4 situasi di atas, ada cara ampuh untuk menjadikan teman sebagai keluarga, yaitu mengikatnya dengan ikatan resmi di depan saksi. Dengan catatan, ini teman lawan jenis. Percayalah, suka dan duka saat bersamanya menjadi teman, akan lebih terasa indah saat membangun keluarga bersamanya.
Jadi, dalam situasi seperti apa temanmu terasa seperti keluarga? Atau justru keluargamu terasa seperti teman? Yang manapun itu, teman dan keluarga adalah mereka yang dengan tulus hati selalu ada dalam situasi dan kondisi apapun. Setuju?

Baca SelengkapnyaKapan Teman Jadi Keluarga?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

[Cerita Mini] Sweet Circle

© falafu.blogspot.com
Tubuhnya kecil, kira-kira hanya seukuran telapak tangan orang dewasa. Cara terbangnya pun aneh, sayap kanan dan kiri mengepak secara bergantian. Pantas saja dia terbang seperti sedang mabuk berat. Namun di balik semua itu, dia pandai berubah wujud menjadi apapun. Dia juga termasuk peri konglomerat. Segunung koin emas memenuhi gudang hartanya. Tidak seperti peri lain yang kikir, Peri Denta--nama peri ini--adalah peri yang sangat dermawan. Tiap anak kecil yang giginya lepas dan gigi itu diletakkan di bawah bantal, maka Peri Denta akan menukar gigi itu dengan koin emas saat si anak tidur. Satu gigi ditukar dengan satu koin emas.

Tak jauh dari rumah Peri Denta, terdapat sebuah toko permen yang sangat ramai. Hampir setiap hari, anak-anak mulai dari murid playgroup hingga preman Sekolah Dasar, masuk-keluar di toko itu. Mereka memborong berbagai macam permen, dari permen coklat hingga lolipop. Dari mana mereka dapat uang? Dari gigi mereka yang telah berubah menjadi koin emas. Anak-anak di kota ini bersemangat sekali membeli permen supaya gigi mereka semakin banyak yang lepas. Tentunya koin mereka akan bertambah pula. Seseorang yang duduk di sudut ruangan tersenyum. Dia tersenyum melihat banyak anak mulai ompong. Di dada kirinya terpasang pin bertuliskan “Manager of Denta Candy”.

Baca Selengkapnya[Cerita Mini] Sweet Circle

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kenapa Cinta Harus Dimusnahkan?

© mufidpwt.tumblr.com
Memiliki perasaan suka kepada lawan jenis adalah sesuatu yang wajar. Tak ada yang tahu pasti kapan tepatnya perasaan itu mulai muncul di hati setiap manusia. Bahkan, terkadang perasaan suka akan tumbuh semakin besar menjadi cinta, meski itu merupakan pertemuan pertama.
Perasaan adalah hak mutlak yang dimiliki setiap manusia. Tak ada yang bisa melarang munculnya perasaan itu, bahkan si pemilik perasaan. Tapi yang sering terjadi, banyak orang lain yang berkomentar padahal belum pernah merasakan hal itu. “Suka sama lawan jenis itu cuma bikin nggak fokus”, “Loe kepikiran dia terus itu sama aja ngerusak hati loe”, “Pokoknya nggak boleh ada cinta sebelum ada ikatan resmi!”, dan “Hapus perasaan itu!” adalah contoh komentar yang muncul dari kebanyakan orang, dan mereka belum pernah mengalaminya sendiri. Benarkah perasaan suka atau cinta dapat dimusnahkan begitu saja?
Suka atau cinta itu sesuatu yang alamiah. Perasaan itu muncul dari alam bawah sadar. Ini yang menyebabkan banyak orang tak tahu pasti alasan kenapa bisa suka atau cinta kepada lawan jenis. Melihat penyebabnya yang kadang absurd, maka tak diketahui bagaimana cara yang pasti untuk memusnahkannya. Terkadang, justru perasaan itu akan semakin besar. Hampir mirip dengan virus.
Virus Merah Jambu, itu istilah yang banyak terdengar. Virus yang menyerang banyak anak muda yang penuh gejolak asmara. Satu pihak berkata virus ini sangat merusak karena menjadi dalih munculnya tindakan tak pantas di antara para “pengidapnya”. Pihak yang lain berpendapat virus ini dapat membangkitkan semangat dalam berusaha menjadi lebih baik, mulai dari pelajaran hingga bekerja. Jadi, adakah alasan pasti kenapa virus ini “berbahaya”? Apa pula “kebaikan” dari virus ini?
Secara sederhana, tak ada yang salah dengan perasaan suka atau cinta. Yang salah itu adalah tindakan setelahnya. Ya, tindakan masing-masing pribadi dalam menyikapi perasaan itu. Banyak yang terjerumus kepada “nista” karena dalih cinta. Ini karena mereka tak dapat menjaga “gejolak” diri. Tapi banyak juga yang dapat menjaga hati dan tindakannya. Mereka akan menyimpan perasaan itu di dalam hati tanpa mengumbarnya kepada orang lain. Nah, sikap seperti ini yang akan membangkitkan semangat dalam berusaha. Semangat untuk menjadi lebih baik. Bukankah cinta itu mendatangkan jodoh, dan jodoh orang baik adalah orang yang baik juga?
Jadi bagi kalian yang “anti” kepada cinta, jangan terlalu berkomentar menyerang, bahkan jika belum pernah mengalaminya sendiri. Dan bagi kalian yang pernah atau sedang mengalami cinta, jaga hati dan tindakan. Cinta itu menghangatkan hati jika dijaga. Tenang, jangan gundah. Banyak juga kok yang merasakan perasaan itu.


===============================================================



Mau tahu cara menyikapi perasaan suka atau cinta yang baru muncul? Baca saja komik Love Bajigur -Sebelum Cinta Datang- :3

Sampul Depan #LoveBajigur -SCD-

Pemesanan klik > bit.ly/LoveBajigurSCD

Baca SelengkapnyaKenapa Cinta Harus Dimusnahkan?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Di Mana Pesonamu?

© inspirably.com
Pernah nggak sih kamu tertarik kepada seseorang, tapi nggak tahu sebab jelasnya? Kalau aku, pernah beberapa kali. Saat kali pertama bertemu teman dan ngobrol agak lama, rasanya ada sesuatu yang menarikku untuk bertahan di dekatnya. Mungkin itu yang disebut pesona atau karisma.
Secara harfiah, pesona atau karisma berarti daya tarik atau daya pikat yang dimiliki seseorang, terutama dalam hal kepemimpinan[1]. Pesona tiap orang berbeda-beda. Ada yang terletak di cara jalannya, cara bicaranya, bahkan di cara memainkan ekspresi wajah.
Sering kali, kita tak sadar telah terpaut oleh pesona lawan bicara kita. Begitu juga lawan bicara kita, terkadang tak sadar dia mempunyai pesona yang memancar. Pesona memang terkadang absurd. Kalau sudah begini, tinggal masalah waktu menunggu datangnya perasaan dari hati ke hati.

Berikut adalah 4 contoh hal yang mungkin menjadi pesona atau daya tarikmu, berdasar tipe kepribadian[2].

PENDIAM (MELANKOLIS)
Jika kamu adalah cowok atau cewek pendiam, mungkin di sinilah pesonamu. Pada awalnya (jika belum kenal), cowok atau cewek pendiam sering kali dijauhi dan tidak disukai. Wajar saja, ini karena sifat pendiam hemat dalam bicara, juga terkesan tak acuh kepada orang lain. Tapi jangan salah, sifat pendiam sering kali menjadikan orang lain penasaran. Mereka ingin tahu pribadi si pendiam lebih dalam. Kalau kata orang, cowok atau cewek pendiam itu keren, asal bukan diam karena sedang ngupil.
Seseorang yang pendiam adalah seseorang yang punya pikiran mendalam. Ini juga yang membuat orang lain ingin tahu apa yang si pendiam pikirkan. Diamnya mempunyai tujuan. Beberapa orang pendiam justru mempunyai tenggang rasa yang tinggi. Dia mau berkorban demi orang yang dikenal baik. Sisi yang hampir berkebalikan (diam vs mau berkorban) ini yang menjadi daya tarik dari pendiam yang berkepribadian melankolis.

PENDENGAR (PLEGMATIS)
Kamu sering jadi tempat curhat? Mungkin itu karena kamu adalah pendengar yang baik. Seseorang yang curhat terkadang hanya butuh untuk didengarkan. Kamu tahan untuk mendengar curhatannya, dari pagi hingga sore, tanpa memotongnya. Kamu tak suka menyinggung perasaan orang di sekitarmu. Saat dia meminta nasihat, kamu memberi nasihat yang bijak tanpa terkesan memaksa. Nah, inilah yang disukai orang dari dirimu sebagai pendengar yang baik.

BICARA (SANGUINIS)
Kamu suka berbicara di depan umum? Atau kamu sering juara lomba pidato? Atau kamu beberapa kali dipercaya sebagai pemimpin rapat? Nah, mungkin saja orang-orang tertarik dengan kemampuan bicaramu. Mereka suka dengan gaya bicaramu, kemampuan membawa suasana, serta sifatmu yang ekspresif. Kemampuan bicaramu seperti alunan biola saat situasi kondusif. Tapi terkadang, bicaramu seperti petikan gitar musik rock saat situasi memanas. Dalam situasi dan kondisi apapun, kemampuan bicara seorang sanguinis adalah daya tarik bagi orang lain.

BERKEMAUAN KERAS (KOLERIS)
Banyak orang suka kepada pribadi yang berkemauan keras, pribadi yang fokus kepada tujuan. Kamu orang yang punya visi dan akan melakukan apapun untuk mencapai visi itu? Selamat, berarti kamu punya pesona. Seorang koleris mempunyai kemauan yang keras. Apapun akan dilakukan untuk meraih tujuan, bahkan berkorban fisik pun rela. Orang yang berkemauan keras akan tahan banting karena ditempa melalui pengalamannya. Sifatmu yang seperti ini adalah pesona terbesarmu sebagai koleris.

Jadi, yang manakah tipe kepribadianmu? Yang manapun itu, pesona paling utama ada di hati dan akhlakmu.

Referensi:
[1] Pesona
[2] 4 Sifat Manusia (Plegmatis, Melankolis, Sanguinis, Koleris)

Baca SelengkapnyaDi Mana Pesonamu?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Datang, Kau Pun Senang

© yesiammuslim.com
Perkara sebab-akibat (kausalitas) adalah sebuah hal yang pasti di dunia ini. Makan di restoran adalah sebab kenapa kita harus membayar, kecuali itu restoran milik keluarga. Macan disebut karnivora karena ia hanya makan daging, kecuali seluruh daging di bumi menghilang. Penyebab adanya siang adalah karena munculnya matahari, kecuali orang-orang sepakat bahwa ketika bulan muncul lalu disebut siang. Ya seperti itulah beberapa contoh kausalitas.
Datang dan mendatangi adalah sebuah contoh kausalitas juga. Sebuah benda tak akan disebut magnet kalau tak ada benda lain di dekatnya yang menimbulkan medan magnet. Begitulah takdir kehidupan. Kita harus berusaha mendatangi sebelum tujuan itu akan mendekat. Seperti 4 hal berikut ini, yang harus kita upayakan dengan mendatanginya.

TEMAN
Dulu saat SMA, aku sangat pemalu. Hari pertama sekolah aku malu untuk mulai berkenalan dengan teman-teman baru. Ya terpaksa, aku hanya menunggu siapapun yang mau berkenalan denganku. Alhamdulillah, ada beberapa orang. Perlahan tapi pasti, aku mulai berani berkenalan dengan yang lain, dengan rasa malu yang masih melekat.
Saat menginjak kuliah, aku sadar. Jika aku tetap pemalu, maka hal sama akan terulang. Akhirnya aku buang rasa malu itu (tapi bukan tak punya rasa malu) supaya mudah berkenalan dengan teman baru. Ulurkan tangan sana-sini sambil sebutkan nama, begitulah yang akhirnya terjadi.
Semenjak itu aku mulai belajar, bahwa jika ingin mudah mendapat teman baru, maka aku harus mau berkenalan lebih dulu. Hukum kausalitas telah terjadi. Beda cerita kalau aku pemalu dan temanku juga pemalu, bisa jadi hingga semester akhir kita tak saling kenal.

REZEKI
Rezeki tak hanya berupa uang. Rezeki dapat berupa kesehatan, ketenangan hati, juga waktu senggang. Jika berbicara uang, maka setiap orang sepakat bahwa kita harus bekerja (kecuali mau nebeng terus sama orangtua) untuk mendapatkannya. Mana ada sih orang dapat uang tanpa bekerja atau usaha? Undian atau kuis? Kalau dapat uang dari undian atau kuis, setidaknya dia ada usaha untuk ikut program itu. Bisa beli suatu produk, atau menjawab pertanyaan. Bahkan, monyet pun harus bekerja membuka kacang sebelum menikmati kacang sembari tersenyum.
Kesehatan juga salah satu hal yang masuk dalam hukum kausalitas. Mau sehat, ya jaga kondisi tubuh. Makan makanan bergizi, olahraga, juga hindari penyebab penyakit, seperti rokok dan alkohol. Hati ingin terasa tenang? Perbanyak ibadah. Ingin punya waktu senggang? Sibukkan diri dengan hal bermanfaat, karena tanpa kesibukan, kita tak akan punya waktu senggang.
Rezeki, memang harus kita datangi lebih dulu sebelum ia akan datang mendekat. Walau tiap orang pasti punya rezekinya masing-masing, tapi dari mana dan kapan datangnya, kita tak tahu. Untuk memastikan, ya kita berusaha mendatangi rezeki itu. Adakah orang sehat yang setiap hari hanya diam diri di kamar tanpa melakukan apapun?

JODOH
Jodoh itu adalah apapun yang membuat kita menjadi lebih baik saat bertemu dengannya, itu kata seorang kakak baik hati yang kukenal. Penjual dan pembeli di pasar dapat disebut jodoh. Cacing dan tanah pun layak disebut jodoh. Tapi jodoh yang dimaksud di sini adalah pendamping (disebut kekasih hati juga boleh).
Datang dan mendatangi juga berlaku dalam mendapatkan jodoh. Usaha mendatangi dilakukan dengan memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Yang nakal, sadarlah. Yang baik, tingkatkanlah. Telah ditakdirkan laki-laki baik hati untuk perempuan baik hati, juga sebaliknya. Saat nanti kita bertemu dengan jodoh, berarti seperti itulah level diri kita. Itulah kepastian dalam jodoh. Datangkan bidadari dengan perbaikan diri yang kita lakukan!

SANG PENCIPTA
Untuk hal ini, hampir setiap orang akan sepakat. Supaya Dia dekat dengan kita, tentu kita harus berusaha mendekat kepada-Nya. Dengan melakukan semua yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya, Sang Pencipta akan senang kepada kita. Apapun doa kita akan dikabulkan, asal berdoa dengan cara yang baik dan benar. Tapi kenapa mereka yang begundal pun bisa tetap makan, makan kan juga pemberian-Nya? Sang Pencipta kan memang Maha Pengasih, jadi ya semua orang akan diberi rezekinya. Yang jadi pertanyaan, saat kita tak mau mendekat kepada-Nya, apakah di kehidupan berikutnya kita bisa dekat dengan-Nya? Entahlah. Yang pasti kausalitas berlaku. Hukum Allah akan lebih berlaku.

Datang dan mendatangi adalah keniscayaan dalam hidup. Jangan terlalu berharap 4 hal di atas, jika kita tak mau berusaha mendatangi lebih dulu. Mulai detik ini, aku dan kamu, ayo lakukan perubahan. Ayo bergerak. Datangilah jodohmu, sebelum dia didatangi orang lain. #Eh

Baca SelengkapnyaAku Datang, Kau Pun Senang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jodoh, Jauh-Dekat Sama Saja

© gogopixlibrary.com
Takdir, sebuah kata yang membawa kita berada di dunia ini. Takdir adalah jalan yang harus kita jalani selama masih bernapas. Takdir pulalah yang menjadi jawaban terakhir bagi setiap pertanyaan “Mengapa?”. “Mengapa katak tak punya sayap?”, “Mengapa ular tak punya kaki?”, hingga “Mengapa mata terpejam selama tidur?” adalah pertanyaan yang pas dijawab dengan “Takdir”. Ya begitulah, terkadang takdir tak bisa dijawab dengan nalar manusia yang seadanya ini.
Takdir bisa mengubah keadaan suatu makhluk. Takdir pulalah yang membawa Indonesia meraih kemerdekaannya. Di satu sisi, takdir dapat kita usahakan, seperti kemerdekaan Indonesia dan nasib kita. Di sisi lain, ada takdir yang menjadi hak mutlak Sang Pencipta, kita tak dapat mengganggu gugat. Kelahiran, kematian, jodoh, juga rezeki adalah salah satu contoh hak mutlak itu.
Percayakah dengan kekuatan dan keunikan takdir? Terkadang, takdir mempertemukan jodoh kita dengan cara yang unik. Ya, jodoh atau kekasih hati. Berikut ada 4 kisah unik tentang pertemuan sepasang kekasih, yang mungkin kita tak bisa membayangkan kenapa peristiwa ini bisa terjadi.

BERKENALAN KARENA SAMA-SAMA AKAN BUNUH DIRI
Andriej Ivanov, 26 tahun, patah hati karena kematian tunangannya sehari sebelum pernikahan mereka. Pria ini mencoba bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Ufa, Rusia. Ketika tiba di sana, dia melihat Maria Petrova, 21 tahun, akan terjun dari jembatan itu. Wanita ini berniat bunuh diri karena diusir oleh orangtuanya yang mengetahui dirinya hamil di luar nikah. Saat Maria hampir melompat, Andriej menarik tubuh Maria menjauh dari tepi jembatan.
“Meski aku ingin bunuh diri, aku tak bisa membiarkannya melompat,” kata Andriej. Tubuh Maria jatuh ke tangan Andriej. Mereka pun menangis, dan berbincang hingga saling mengenal. Kini mereka berencana untuk menikah.[1]

SEPASANG PENGANTIN YANG PERNAH TERFOTO BERSAMA SAAT MASIH KECIL
Aimee Maiden (25 tahun) dan Nick Wheeler (26 tahun) baru saja menikah. Saat membongkar foto-foto lama, mereka terkejut setelah melihat sebuah foto. Dalam foto itu, Nick sedang membangun istana pasir bersama adik dan sepupunya, sedangkan Aimee terpotret di belakang Nick. Foto itu diambil di Pantai Mousehole tempat Aimee dibesarkan, saat keluarga Nick berlibur. Mereka baru saling mengenal ketika menginjak kuliah. Perkenalan itu akhirnya membawa mereka ke jenjang pernikahan, meski jarak ratusan kilometer telah memisahkan mereka.[2]

BERJODOH KARENA MENANYAKAN ALAMAT
Hepi, seorang wanita yang tinggal di pelosok Sumatera Selatan, telah mempunyai usia yang matang. Dia menjadi tulang punggung keluarganya, hingga tak terasa usianya tak muda lagi. Dengan usianya ini, tak mudah baginya untuk mendapatkan jodoh. Keprihatinan melanda keluarganya. Hepi hanya bisa bersabar.
Suatu hari, ada truk yang berhenti di depan rumahnya. Si sopir menanyakan alamat, dan karena takdir, Hepi yang menemui sopir itu. Pertemuan ini membawa kesan mendalam untuk sopir itu. Esoknya, si sopir kembali lagi ke rumah Hepi untuk berkenalan. Tak lama, mereka pun menikah. Walau Hepi jauh lebih tua dari suaminya, mereka hidup bahagia bersama anak-anak yang telah mulai dewasa.[3]

JODOH KARENA BAN BOCOR
Ada seorang wanita yang tinggal di seputaran Jawa Tengah. Di saat teman-temannya menikah setelah lulus SMP atau SMA, dia tetap bersikeras untuk melanjutkan sekolah. Walau ditentang orangtuanya, dia tetap ingin fokus menempuh pendidikan setelah lulus SMA, bekerja dulu baru menikah.
Suatu hari, ada seorang pria yang ban motornya bocor di dekat rumah wanita ini. Karena kasihan, wanita ini mempersilakan si pria untuk istirahat di rumahnya. Tak ada pikiran apapun, niatnya hanya menolong. Setelah lama tak bertemu, wanita ini sudah bekerja di Jawa Timur dan si pria di Jawa Barat, tiba-tiba suatu hari si pria datang ke rumah wanita ini dan melamarnya. Terkejut dan heran, wanita ini menolak pada awalnya. Setelah melihat kesungguhan si pria, luluhlah hati sang wanita. Hingga kini, mereka hidup bahagia.[4]

Siapa sangka, takdir akan mempertemukan sepasang kekasih dengan caranya yang unik. Ya begitulah, kuasa Sang Pencipta yang tak dapat ditandingi oleh siapapun. Sekarang coba ingat-ingat, adakah teman TK yang terpisah jauh denganmu? Mungkin saja kalian akan bertemu kembali, dan menjadi jodoh :)

Referensi:
[1] Kisah Nyata, Inilah Kisah Unik 2 Cinta Sejati
[2] Aneh Tapi Nyata Cara Tuhan Menyatukan Cinta Dua Insan
[3] Misteri Jodoh
[4] Jodoh, Siapa Yang Tahu?

Baca SelengkapnyaJodoh, Jauh-Dekat Sama Saja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS