RSS

Sistem kadang berjalan apa adanya, kita tak pernah terpikir untuk mengubahnya. Sistem adalah sesuatu yang membantu, pembantu yang berkuasa. Dunia adalah sistem itu. Sejenak berpikir kritis, dunia yang kelam perlahan beranjak estetis

Kenapa Aku Tertarik Padamu?

© gambarkata.co
Tertarik pada suatu benda yang dijual adalah hal wajar. Apalagi jika kita sedang cuci mata di mall, melihat benda-benda yang ter-display­ cantik tentu hasrat memiliki akan menggebu. Banyak alasan kenapa kita tertarik, mulai dari kebutuhan, harga yang sedang promo, varian keluaran terbaru, hingga keinginan untuk pamer. Bahkan ketika kita sudah membelinya, muncul alasan yang cukup absurd, yaitu khilaf.
Jika ada banyak alasan kenapa kita tertarik pada suatu benda, pasti ada lebih banyak alasan kenapa kita bisa tertarik pada seseorang. Kenapa begitu? Hal ini karena manusia adalah makhluk yang bisa berubah setiap hari, bahkan setiap detik. Alasan untuk tertarik padanya pun bisa berubah setiap detik. Tapi ada 5 alasan atau sebab mendasar kenapa kita bisa tertarik pada seseorang, meskipun itu adalah pertemuan pertama.

FEROMON
Feromon adalah suatu zat kimia yang berasal dari kelenjar endokrin dan dimilki oleh semua makhluk hidup untuk mengenali jenisnya, lawan jenisnya, individu lain di luar jenisnya, dan kelompok lain. Selain hewan (serangga), manusia (pria dan wanita) juga memiliki feromon. Feromon pada manusia tersebar lewat permukaan kulit ke udara, tak bisa dicium (dibaui), dan hanya bisa dirasakan efeknya.
Feromon pada manusia ditemukan oleh Adolph Butenandt[1]. Menurut beliau, feromon yang ada di udara (terutama dari lawan bicara) akan diterima oleh sebuah organ kecil di hidung. Sinyal feromon yang diterima, kemudian diteruskan ke hipotalamus di otak, yang selanjutnya akan merangsang pembentukan senyawa lain, seperti dopamine, endorphin, dan oksitosin[2]. Senyawa-senyawa ini yang membuat tubuh kita merasa tenang dan nyaman saat berbicara dengan seseorang yang tepat.
Tapi teori feromon ini dibantah oleh Richard Doty, seorang peneliti dari Penn State University’s School of Medicine[3]. Beliau mengatakan bahwa feromon tak mempengaruhi ketertarikan kepada seseorang. Hal yang lebih mempengaruhi adalah lingkungan dan kondisi fisik serta mental.

BAU KERINGAT
Bau keringat terkadang bisa menjadi sebab ketertarikan pada seseorang. Hal ini sering terjadi pada wanita. Penelitian yang dilakukan Bagian Biologi Manusia di Universitas Pensylvania, mengungkapkan bahwa bau keringat laki-laki bisa menurunkan stres, membantu relaksasi, dan mengatur siklus haid bagi wanita[4]. Bahkan dalam penelitian lain, Cristina Davis dari University of California,mengatakan bahwa wanita lebih suka bau T-shirt pria yang berkeringat[5].
Aku pernah membaca sebuah cerita, bahwa ada seorang istri yang sangat suka bau keringat suaminya setelah olahraga. Bahkan si istri susah tidur jika belum mencium bau badan suaminya. Ini menunjukkan betapa hebatnya bau keringat mempengaruhi ketertarikan pada seseorang. Amazing!

TAMPILAN FISIK
Tak bisa dipungkiri, tampilan fisik adalah sebab kuat kenapa kita tertarik pada seseorang. Pria akan tertarik pada wanita cantik, sedangkan wanita akan tergoda dengan pria tampan. Tapi, tak selamanya terjadi seperti itu. Di era kekinian, tampilan fisik tak hanya dilihat dari wajahnya yang ganteng atau cantik. Tinggi badan, berat badan, bahkan ukuran kaki, juga menjadi salah satu sebab ketertarikan pada seseorang. Apapun itu, yang penting pas di hati.

SIFAT/KARAKTER
Sifat/karakter menjadi salah satu alasan kenapa kita bisa tertarik pada seseorang. Hal ini akan mempengaruhi seberapa nyaman ketika kita dekat dengannya. Pria pendiam sering dianggap sebagai pria keren. Tapi terkadang, pria ekspresif juga menjadi idaman para wanita. Apalagi jika pribadinya humoris, tentu akan banyak yang suka. Tak ada sifat tertentu yang mempengaruhi ketertarikan. Semua relatif, karena sifat manusia yang berubah setiap waktu.

FAKTOR X
Di luar 4 alasan di atas, ada alasan yang susah untuk dijelaskan, yaitu faktor X. Kita tak tahu alasan tertarik pada seseorang. Yang kita tahu, perasaan nyaman saat dekat dengannya. Hanya itu. Jika kita mengalami hal seperti itu, suka tapi tak tahu kenapa, lupakan saja untuk mencari alasan. Nikmati saja perasaan itu. Terkadang, ketertarikan, suka, juga cinta, tak butuh alasan, karena yang bermain adalah perasaan. Bahkan ada juga yang berkata “Kau adalah jodohku” ketika pertemuan pertama.

Jadi, mana yang menjadi alasanmu tertarik padanya?

Referensi:
[1] Feromon
[2] Fenomenal Feromon, Efektivitasnya, dan Wanita
[3] Hormon 'Jatuh Cinta' Feromon Cuma Mitos
[4] Dahsyatnya Aroma Ketiak Lelaki Buat Wanita
[5] Parfum Favorit Wanita adalah Bau Keringat Pria

Baca SelengkapnyaKenapa Aku Tertarik Padamu?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kehidupan Mahasiswa di Pecahan 20 Ribu

© ikiadi.blogspot.com
Bagi remaja yang baru lulus SMA, kuliah adalah salah satu pilihan untuk tahap kehidupan berikutnya. Selain pilihan si remaja sendiri, kampus mana yang dipilih, terkadang merupakan tuntutan dari orangtua. Kampus terkenal dan favorit adalah harga mati. Konsekuensinya, si remaja harus merantau ke kota lain, karena kampus favorit biasanya ada di kota-kota besar.
Perantauan ini menuntut si remaja -yang kini adalah mahasiswa baru- untuk lebih mandiri dalam hal apapun, salah satunya manajemen keuangan. Setelah sebelumnya keuangan secara tidak langsung diatur oleh orangtua, kini sebagai mahasiswa, keuangan harus diatur sendiri. Mulai dari biaya kos, makan, minum, belanja, hingga biaya tidak terduga. Sensasi dalam mengatur keuangan ini tentu berbeda bagi setiap mahasiswa, tapi tetap menjadi pengalaman baru bagi siapapun yang mulai menginjak dewasa.

Kehidupan Mahasiswa dan Uang Bulanan
Pada umumnya, mahasiswa dianggap sebagai makhluk yang sangat identik dengan “hemat”. Mulai dari urusan makan, minum, hingga belanja keperluan pribadi, sebisa mungkin mencari tempat yang menawarkan promo atau diskon. Bahkan jika memungkinkan, mahasiswa akan mencari acara hajatan untuk sekadar mencari sepiring nasi kehidupan.
Uang bulanan seorang mahasiswa biasanya berasal dari kiriman orangtua, beasiswa, atau hasil kerja sampingan. Jika menuruti semua keinginan dan kebutuhan, jelas saja uang bulanan tidak akan cukup. Sebagai makhluk “hemat”, mahasiswa akan sangat peduli dengan uang pecahan kecil, mulai dari 20 ribu, seribu, hingga logam 100 rupiah. Maka dari itu, manajemen keuangan mutlak diperlukan, supaya uang yang sudah disiapkan untuk sebulan tidak ludes di tengah jalan.

Uang Pecahan 20 Ribu
Sebagian besar mahasiswa menyimpan uangnya di bank, karena uang bulanan dari orangtua atau beasiswa biasanya dikirim melalui bank. Uang akan diambil sedikit demi sedikit sesuai keperluan. Karena sedikit demi sedikit inilah, penarikan tunai tidak mungkin dilakukan melalui teller. Cara yang mungkin adalah penarikan melalui ATM.
Penarikan uang melalui ATM banyak dipilih karena kemudahannya. Tapi sekarang, ATM mempunyai pecahan minimal 50 ribu. Ini tentu menyulitkan mahasiswa karena jika saldo di bawah 50 ribu, tentu tidak bisa dilakukan penarikan. Padahal di akhir bulan, uang 20 ribu sudah dianggap sebuah anugerah. Melihat mahasiswa yang identik dengan “hemat”, uang pecahan 20 ribu adalah sebuah penyambung hidup di saat-saat kritis. Banyak mahasiswa yang merindukan masa-masa dulu. Masa saat ATM pecahan 20 ribu masih setia melayani antrian mahasiswa di akhir bulan.

ATM BNI
BNI adalah bank, terutama di Jogja, yang masih mempertahankan ATM dengan pecahan 20 ribu. ATM ini dapat ditemui di kantor cabang yang dekat dengan kampus, seperti UGM dan UNY. Dengan adanya ATM pecahan 20 ribu, banyak mahasiswa yang merasa sangat tertolong di tanggal tua.
Seorang teman pernah bercerita, dia senang dengan BNI karena masih mempertahankan ATM pecahan 20 ribu. Hampir setiap tarik uang, dia memilih menggunakan anjungan pecahan 20 ribu. Alasannya sederhana, untuk menahan keinginan jajan berlebih, karena dengan nominal 20 ribu pengeluaran pasti terbatas.
Aku sendiri pun pernah merasa sangat tertolong. Suatu hari ada keadaan mendesak, padahal uang di dompet kurang. Teringat bahwa BNI punya ATM pecahan 20 ribu -karena saldo di bawah 50 ribu-, maka kuputuskan menuju anjungan itu dan mengambil seperlunya. Bisa dibayangkan jika tidak ada ATM pecahan 20 ribu, pasti saat itu aku sangat bingung.
Banyak mahasiswa di kota lain yang merasa tertolong dengan ATM pecahan 20 ribu dari BNI. Bahkan ada seorang kenalan di sekitar Bandung yang merasa bingung jika tiba akhir bulan. Ini karena saldo yang ada harus dihemat semaksimal mungkin, sedangkan ATM yang ada mempunyai pecahan minimal 50 ribu. Kemudian setelah dia tahu bahwa BNI mempunyai ATM pecahan 20 ribu, dia sangat bersyukur. Usahanya untuk bertahan hidup di akhir bulan akan sedikit lebih ringan.
Melihat cerita teman-teman dan pengalamanku sendiri, ATM dengan pecahan 20 ribu terbukti sangat membantu, terutama bagi mahasiswa di akhir bulan. Jika boleh berlebihan, ATM pecahan 20 ribu bisa dianggap sebagai salah satu penyambung hidup mahasiswa.

Perkembangan yang progresif selama 69 tahun ini, tentu menunjukkan sebuah kemajuan yang signifikan dalam hal pelayanan. Pelayanan yang maksimal salah satunya dilihat dari masih dipertahankannya ATM pecahan 20 ribu. Pelayanan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang identik dengan kata “hemat”. Semoga jumlah ATM pecahan 20 ribu diperbanyak kembali, terutama di titik krusial seperti kampus, karena terbukti sangat dibutuhkan. Juga karena kehidupan mahasiswa salah satunya ada di uang pecahan 20 ribu.

Baca SelengkapnyaKehidupan Mahasiswa di Pecahan 20 Ribu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wajahmu Goyahkan Hatiku

© mistanazri90.blogspot.com
Siapa sih manusia di dunia ini yang nggak punya wajah? Pasti semua punya, kecuali para slender man. Wajah adalah salah satu bagian tubuh yang sangat berguna. Buat apa? Ya buat ngenalin orang. Bisa sih ngenalin orang dari lihat kaki, tangan, atau bentuk perutnya. Tapi kurang etis, nggak sopan. Paling masuk akal ya lihat wajahnya.
Kenapa wajah tiap orang berbeda, sehingga kita bisa membedakan si ini dan si itu? Walaupun anak kembar, tapi pasti ada sedikit bagian yang membedakan dengan kembarannya yang lain. Ini dikarenakan susunan DNA tiap manusia berbeda, sehingga susunan asam aminonya juga berbeda. Nah, karena wajah, juga bagian tubuh lain, dibentuk oleh asam amino, jadi ya bentuk wajah tiap orang berbeda. Maka dari itu, kita bisa ngenalin tiap-tiap orang.

Wajah, pada kasus tertentu, dapat menimbulkan efek psikologis yang cukup mengganggu. Setidaknya ini yang pernah aku rasakan. Ini terjadi saat hari pertama aku masuk Sekolah Dasar (SD). Seperti anak pada umumnya yang punya rasa ingin tahu berlebih, aku pandangi wajah temanku satu per satu, sambil menghapal nama mereka. Hingga tiba pandanganku terpaku pada salah satu teman gadis, “yang tercantik di kelas” begitulah pikiranku saat itu. Pandanganku tak beralih hingga dia keluar kelas, berlalu, dan menghilang. Dan selama hari itu, terkadang kelebatan wajahnya merusak konsentrasiku.
Keesokan harinya pun, hal kemarin terulang kembali. Tiap memandang wajahnya, konsentrasiku rusak. Apapun yang aku kerjakan, pasti tertunda. Aku akui, aku kepikiran wajahnya. Dia yang manis, dia yang cantik. Ya, ini pikiranku saat itu. Pikiran anak SD. Hari pun terus berlalu, pelan-pelan kuhalangi keinginanku untuk memandang wajahnya. Pelan-pelan kukuatkan hati. Dan, pada akhirnya hatiku tetap tak mampu.

Lama waktu berlalu, hal yang hampir serupa kembali terjadi. Saat itu hari pertama masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagaimana terjadi di semua sekolah, hari pertama pasti diisi dengan perkenalan. Satu per satu memperkenalkan diri, hingga tiba giliran seorang gadis berkerudung putih maju. Wajahnya tak terlalu cantik, tapi manis untuk dipandangi. Saat itu aku belum sadar apa yang akan terjadi. Tapi tak berselang lama, senyum di wajahnya mengganggu pikiranku. Ah, seperti 6 tahun lalu, walau gadis yang berbeda.
Selayaknya anak ingusan yang perlahan menginjak puber, ada rasa tertarik kepadanya. Ada keinginan untuk memandang wajahnya. Tapi konsekuensinya, konsentrasiku harus terganggu. Apa yang aku kerjakan, menjadi kurang fokus. Seperti saat aku SD, kucoba untuk menguatkan hati. Perlahan kucoba menghapus bayangan wajahnya. Dan pada akhirnya, aku tetap tak mampu.

Kini, masa remaja telah kulewati, level kuliah telah kupijak. Aku telah belajar sebuah pelajaran penting, “Jika hatimu masih lemah, jangan memandang wajah seorang gadis terlalu lama. Itu berbahaya!”. Semenjak masuk Sekolah Menengah Akhir (SMA), aku tak mau kejadian “pandangan pertama” itu terulang kembali. Sudah cukup efek psikologis itu menyerang. Perlahan kucoba menahan pandanganku. Sehari, sepekan, sebulan, hingga bulan datang bergantian, hatiku mulai tertata. Pikiranku bisa fokus untuk pelajaran. Yah, mungkin untuk beberapa momen, hatiku menjadi lemah. Tapi, anyway, setidaknya sudah lebih baik dan hatiku lebih tenang dari 2 level sekolah sebelumnya.
Sekarang, di saat hatiku lebih kuat, aku merasa menahan pandangan sangatlah penting. Walau mungkin ada saatnya aku khilaf memandang wajah seorang gadis -agak- terlalu lama, saat itu juga kukuatkan kembali hatiku. Tapi salah nggak sih kalau aku justru menyalahkan gadis itu, kenapa wajahnya terlalu manis? Apapun itu, jika ingin hidup lebih nyaman, tahanlah pandangan. Selain itu, juga bisa bikin pikiran lebih fokus, nggak kepikiran wajahnya terus. Dan yang lebih penting, nggak dapat marah dari Sang Penguasa Alam.

Hei gadis, tahukah kamu, kalau terkadang wajahmu goyahkan hatiku? Oke, mari kita tundukkan kepala dan menahan pandangan kita bersama.

Baca SelengkapnyaWajahmu Goyahkan Hatiku

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta Karena Terpaksa?

© ngasih.com
Seorang cowok sedang duduk santai di depan rumahnya. Wuuss, seorang cewek melintas cepat dengan sepedanya. Terkesima dengan cantiknya, si cowok tanpa pikir panjang lalu mengambil sepedanya yang ada di garasi. Dia berdandan ala orang yang suka olahraga. Baju tanpa lengan, celana pendek, dan handuk kecil di leher. Kayuhannya lemah mengejar si cewek. Pantas saja, dia sudah lama tak pernah bersepeda. Pelan tapi pasti, “mangsa”nya terkejar. Berkenalan, itu targetnya. Sejak hari itu, si cowok gemar bersepeda pagi lagi.
Pasti sudah biasa ya lihat atau baca setting cerita seperti itu. Ya, itu sepenggal adegan di sebuah FTV yang beberapa minggu lalu aku tonton. Tak sengaja sih awalnya, tapi kok lama-lama susah beranjak dari sofa. Apa karena ada sepeda yang ambil bagian? Entahlah. Yang pasti ada satu hal menarik yang jadi renunganku.

Pernah nggak kita suka sesuatu, yang jadi kesukaan orang yang kita sukai? Hmm, pasti sebagian besar dari kita pernah. Si dia suka komputer, kita lalu otodidak belajar komputer. Si dia suka bersepeda, kita susah payah gerakin kaki mengayuh sepeda. Si dia suka minum bajigur, kita lalu paksain suka bajigur. Mungkin kalau cuma sebatas suka dengan si dia, kita tak mungkin susah payah memaksa diri untuk suka sesuatu yang asing. Tapi beda cerita kalau level kita sudah lebih jauh. Apa itu?

CINTA. Ya, kalau kita sudah mulai merasakan cinta, sesuatu yang asing pun jadi terasa familiar. Sesuatu yang berat akan keliatan mudah (hanya keliatan, lho). Pantang menyerah untuk suka sesuatu itu. Alasannya supaya si dia terkesan dan menghargai usaha kita. Bukankah cinta perlu usaha dan pengorbanan? Dengan itu, kita berharap si dia juga merasakan hal yang kita rasakan. Tapi, kalau seperti itu, akan terlihat seperti terpaksa kan? Kita yang awalnya tak suka, lalu memaksa diri untuk suka. Seperti anak SD yang tak suka matematika, tapi dipaksa mendapat nilai bagus di ulangan matematika. Padahal dalam bidang menggambar, dia nomor satu.

TERPAKSA, bukanlah cinta yang sesungguhnya. Bukan cinta yang alami. Aneh nggak sih kalau cinta kepada manusia saja kita harus menyiksa diri? Terus bagaimana cinta yang alami? Ya, rasakan saja dengan hati. Jika kita suka kesukaannya supaya kita dekat dengannya, lalu berharap cinta akan hadir perlahan, maka itu terlihat kurang kece. Kita terpaksa untuk melakukan hal yang tak disukai, dan dia terpaksa merasakan cinta yang kita coba tunjukkan.
Cinta yang alami mungkin seperti ini. Misal diskusi sama si dia tentang sebuah novel. Dia cerita lebar-panjang, dan kita tertarik. Nah, saat itu cinta datang secara alami. Kalau pun nanti kita tertarik untuk membaca novelnya sendiri, itu satu langkah berarti. Perkembangan kita untuk suka membaca.
Di lain kasus, saat dia bercerita tentang manfaat Sholat Dhuha. Dia ceritakan pengalaman kerennya setelah membiasakan Sholat Dhuha. Kita tergerak karena ceritanya, dan mulai membiasakan. Nah, setelah kita merasakan manfaatnya, ucapkanlah Alhamdulillah karena nikmat harus kita syukuri. Itu juga salah satu cinta yang alami? Ya, kita anggap saja begitu.
Cinta kepada sesama manusia itu harusnya memang hadir tanpa paksaan. Cinta harusnya mengalir begitu saja. Suka kesukaannya tanpa kita sadari. Tapi, ada satu cinta yang akan membuat terlena saat kita benar-benar merasakannya di hati. Kita akan melakukan segala hal yang Dia sukai tanpa pernah terpaksa. Cinta apakah itu?

CINTA KEPADA SANG PENCIPTA. Cinta yang sangat nikmat. Cinta yang paling tinggi derajatnya. Sudahkah kita cinta kepada Allah? Seberapa besar cinta kita kepada Allah?
Allah suka kepada kebaikan. Allah juga suka jika kita melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Jika hati kita dipenuhi dengan cinta kepada Allah, tentu kita tak akan terpaksa untuk melakukan semua yang Allah sukai. Begitu pun jika kita terpaksa melakukan yang Allah perintahkan, tentu itu masih lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali. Paling tidak, kita mencicipi bagaimana rasanya cinta yang hakiki.

Jadi, masih ngaku cinta si dia, tapi terpaksa untuk suka semua kesukaannya? Pikir lagi deh, mungkin itu bukan cinta. Ya bisa saja cuma ketertarikan sesaat. Kalau beneran cinta, harusnya kita tanpa sadar suka kesukaannya, tanpa terpaksa. Tak ada keindahan cinta karena terpaksa. Pun jika kita tak suka, lebih baik jujur bilang apa adanya. Toh si dia juga akan memaklumi. Cinta kan memang saling melengkapi.
Tapi tunggu dulu. Letakkan derajat cinta kita kepada Allah di atas cinta-cinta yang lain. Kalau cinta kepada makhluk saja kita bisa berkorban, kenapa cinta kepada Allah kita justru tak mau berkorban? Mari tata kembali hati kita.

Baca SelengkapnyaCinta Karena Terpaksa?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jujur Sepanjang Umur

© wulandianpertiwi.blogspot.com
“Son, jawaban nomor 3 apa? Cepet, keburu ketahuan!” tanya Dudung sedikit memaksa. Soni hanya menggelengkan kepala tanda dia juga tak tahu jawabannya.
“Nomor 11 jawabannya B. Kalau 12 sampe 15 apa?” mata Bara menatap tajam ke arah lawan bicaranya. Martin hanya mengacungkan jari telunjuknya kepada Bara. Itu berarti jawabannya A.
“Luv, Esterifikasi itu apa sih? Emang Pak Bakrie pernah ngajarin?” wajah Srikandhi tampak sangat bingung. Luvi, gadis berkerudung yang duduk di pojok belakang, hanya tersenyum melihat raut kebingungan gadis tomboy yang duduk di depannya itu.
Kelas XI IA 2 tampak sedikit ramai. Bu Ratna, pengawas ujian kelas itu, sedang ke kamar mandi. Tangan beliau kejatuhan kotoran cicak, jadi dengan tergesa-gesa Bu Ratna berlari ke kamar mandi untuk membersihkannya. Pak Wardi, pengawas yang lain, tampak tidur pulas. Ihh, ilernya hampir mengalir.
Suasana di kelas sebelah sungguh sangat berkebalikan. Pengawas ujian di kelas XI IA 3 terkenal cukup sangar. Ya, ada Pak Budi dan Bu Mustini. Kabarnya, mata mereka tak akan pernah lepas mengamati gerak-gerik tiap siswa. Terbukti, Bu Mustini menegur Maman. Yang ditegur tampak sangat kaget.
“Itu tangannya ngapain masuk-masuk ke laci? Nyimpen HP ya?!” mata Bu Mustini melotot tajam. Seandainya beliau tidak pakai kacamata, mungkin bola matanya sudah copot entah ke mana.
“Ng, ng, nggak kok bu. Ini tangan saya gatel, jadi garuk-garuk ke laci. Hehe…..,” jawab Maman sekenanya.
Niza, siswa yang duduk di baris paling belakang, hanya tersenyum. Dia merasa heran, kenapa setiap kelasnya diawasi oleh Bu Mustini, teman-temannya tampak tertekan saat mengerjakan ujian. Padahal beliau ‘kan tidak menggigit.

***

Siapa yang tak pernah mengalami suasana seperti itu? Kelas akan tenang saat pengawas ujiannya ada, sedangkan saat pengawasnya pergi, kelas seketika berubah riuh. Entah tanya jawaban, buka buku, atau tidur, yang pasti waktu singkat itu sangat berharga. Hayoo siapa yang tak pernah mengalami suasana itu? Ngaku saja…… :3
Saat di lembar jawaban ujian masih banyak tempat kosong, apalagi waktu yang tersisa hanya tinggal beberapa menit, pikiran kita hanya terfokus kepada jawaban. Apapun cara dilakukan, mulai dari berpikir keras bagi yang berilmu, hingga bertanya kepada teman bagi yang menyerah. Namun, apakah kita ingat kepada satu kata yang penting saat ujian? Ya, kata itu adalah JUJUR.
Jujur berarti tidak berbohong saat melakukan sesuatu, misal dalam mengerjakan tugas. Tugas dikerjakan sendiri tanpa menjiplak milik orang lain. Jujur juga dapat diartikan tidak curang dalam bertindak, misal dalam mengerjakan ujian sekolah. Menjawab soal sesuai kemampuan diri sendiri tanpa tanya sana-sini.
Kata orang, jujur adalah sesuatu yang sudah sangat langka ditemui di sekitar kita. Di mana-mana banyak kebohongan demi kenyamanan diri sendiri. Mulai dari anak yang berbohong kepada orangtuanya, hingga pejabat gendut yang menjadi koruptor kelas paus. Jujur adalah sebuah kata positif yang kini sering disandingkan dengan arti negatif. “Jujur hancur”, barangsiapa bicara jujur, kelak dia pasti hancur. Begitulah yang banyak dikatakan orang.

Pernah melihat pengendara motor yang menerobos lampu merah, padahal di sana tertulis “Belok kiri ikuti lampu”? Jika dipikir ulang, apakah tulisan itu tidak terlihat? Atau mungkin si pengendara memang buta huruf? Namun jika ternyata dia bisa membaca, betapa sangat sedih guru SD yang telah mengajarinya membaca saat kecil. Mungkin sang guru akan merasa sangat bersalah jika siswanya ternyata tak bisa membaca rambu lalu lintas.
Apa yang membuat kita terkadang nyaman dengan kebohongan? PENGAWAS. Ya, tak terlihatnya seorang pengawas di mata kita, terkadang membuat hati kita enggan melakukan sebuah kejujuran. Kita masih berpikir bahwa kita butuh pengawas yang konkret, pengawas yang nyata, yang dapat kita lihat dengan mata kepala sendiri. Apakah kita lupa kepada Dia Yang Maha Mengawasi?
Pengendara motor yang menerobos lampu merah tadi mungkin tak diawasi polisi, namun ada Dia yang kemampuannya jauh di atas polisi. Pejabat koruptor mungkin luput dari pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun ada Dia yang pengawasannya jauh lebih teliti dari KPK. Seorang anak yang berbohong kepada orangtuanya atau mencontek saat ujian mungkin lepas dari mata pengawas, namun ada Dia Yang Maha Mengawasi setiap perbuatan kita.
Setebal dan serapat apapun topeng yang menutupi perbuatan kita, Dia Yang Maha Tahu pasti dapat menguliti apa yang ada di balik topeng itu. Sekiranya aib kita akan dibuka, Dia Yang Maha Kuasa dengan mudah melakukannya. Topeng kebohongan, meski itu seajaib topeng penguasa culas, Dia Yang Maha Berkehendak pasti akan membukanya, entah di dunia maupun nanti di akhirat. Dia, Allah Yang Maha Segalanya adalah pengawas kita yang sebenarnya.

Bohong kini telah menjadi sesuatu yang mainstream di masyarakat, bahkan sejak Tentara Gajah menduduki Makkah. Jadi, dengan jujur, kita telah menjadi manusia yang antimainstream, manusia yang luar biasa. Lebih dari itu, orang jujur akan mendapatkan tiga hal yang istimewa. Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: KEPERCAYAAN, CINTA, dan RASA HORMAT”. Masih ragukah kita untuk melakukan kejujuran? Saat kita ragu, ingatlah bahwa ada Allah yang selalu mengawasi. Namun, apakah kita cukup dengan melakukan kejujuran? TIDAK. Kita harus menjadi INSPIRATOR.
Inspirator? Ya, seseorang yang menyebarkan inspirasi kebaikan kepada orang lain. Kita harus mengajak orang lain untuk melakukan kejujuran bersama kita. Tak hanya dengan kata-kata, kita bisa menunjukkan kejujuran dengan bukti tindakan kita. Misal kita berhenti di lampu merah saat ada tulisan “Belok kiri ikuti lampu”, meski ada yang sewot membunyikan klakson, cuek saja, toh kita benar. Mau tak mau pengendara di belakang kita akan berhenti. Walau terpaksa, yang penting mereka mau melakukan kejujuran bersama kita.Atau dengan mengembalikan dompet yang kita temukan kepada si pemilik. Juga menyerahkan kembalian yang seharusnya kepada pembeli, jika kita penjual. Hal kecil ini tak pelak bisa menginspirasi orang lain. Jadilah inspirator kejujuran setiap hari dan budayakan kejujuran sebagai kebutuhan.

Jujur itu adalah suatu tindakan yang dapat menenangkan hati. Berlaku jujur tak perlu pengawas yang kasat mata, cukup ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baik pengawas. Jujur juga akan terasa nikmat jika kita berlaku jujur bersama dengan orang lain di setiap harinya. Sebagai inspirator, perlahan kita ubah jujur menjadi lifestyle. Tak perlu risau dengan istilah “jujur hancur”, keyakinan kita akan membuat “jujur mujur”, jujur akan membawa kita pada keberuntungan. Oiya, jujur jangan hanya kemarin, hari ini, atau esok saja. Jujur itu tak mengenal umur, siapapun, jujur sepanjang umur.

“Kejujuran adalah amanah,
sementara dusta adalah suatu pengkhianatan.”
(Abu Bakar Ash-Shiddiq)

Baca SelengkapnyaJujur Sepanjang Umur

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kalian Mirip Ya

© storiette.mjeducation.com
Aku punya teman, sebut saja namanya Mifta. Banyak teman yang bilang kami mirip, walau kemiripannya hanya di beberapa hal. Tapi, karena seringnya teman-teman mengatakan kami mirip, semakin lama mereka menganggap kami “anak kembar” (atau justru Doppelganger?). Anggapan “anak kembar” itu tidak hanya dari teman-teman, bahkan dari orang yang notabene masih baru dalam mengenal kami.
Dulu sewaktu aku dan Mifta menjalani KKN, pondokan kami terpisah. Suatu hari Mifta sedang pergi karena sebuah urusan. Nah, saat itu aku datang ke pondokannya. Simbah yang punya pondokan ngobrol lama denganku. Tapi semakin lama, aku semakin heran, kok manggilnya Mifta terus. Akhirnya cucunya datang dan bilang, “Mbah, ini bukan Mas Mifta. Mas Mifta baru pergi”. Dan semenjak itu, aku tambah penasaran, kenapa bisa terlihat mirip sekali >.< Untung saat dulu aku mampir ke rumah Mifta, orangtuanya nggak salah bedain anaknya sendiri :D
Pernah nggak sih punya teman, yang kata orang mirip banget denganmu? Banyak orang bilang mirip, padahal kamu sendiri bingung miripnya di bagian mana. Bagaimana perasaanmu? Sebel karena merasa dimirip-miripin? Atau justru senang karena ada orang yang mirip? Anyway, fenomena miripnya seseorang dengan orang lain memang banyak ditemui, salah satunya aku rasain sendiri. Tapi, tahu nggak sih apa yang sebenarnya menyebabkan hal itu terjadi? Kenapa seseorang bisa mirip dengan orang lain, padahal mereka bukan saudara? Mungkin ini bisa menjawab rasa penasaran yang ada..........

DNA / GEN MIRIP
Sel manusia tersusun atas DNA. Pada dasarnya, DNA mempunyai struktur yang terdiri dari Fosfat, Deoksiribosa, dan Asam nukleat. Asam nukleat mempunyai 4 macam, yaitu A (Adenin), G (Guanin), C (Sitosin), dan T (Timin). Yang paling mempengaruhi struktur DNA adalah susunan asam nukleatnya. Susunannya bisa AGTGAGTG, ACTGCAGT, atau milyaran kemungkinan yang lain. Susunan DNA yang seperti itu akan mempengaruhi “instruksi” kepada asam amino pembentuk wajah. Karena perbedaan DNA hanya dipengaruhi oleh 4 asam nukleat itu, bisa saja susunannya mirip dengan DNA orang lain (tidak mungkin sama jika bukan saudara kandung). Nah, bayangkan saja ada 7 milyar lebih penduduk bumi, pasti ada beberapa orang yang mirip dengan kita (kata orang, manusia punya 7 “kembaran”)[1].
FYI, susunan asam nukleat itu yang digunakan pada tes DNA. Jika susunan asam nukleat DNA uji mendekati 100% kemiripannya dengan DNA sampel, berarti besar kemungkinan mereka mempunyai hubungan saudara sedarah.

KESAMAAN PENAMPILAN atau HAL YANG DISUKAI
Si A punya jambang yang lebat, begitu juga si B. Kemudian orang bilang mereka mirip. Kasus seperti ini sering sekali terjadi. Ketika ada dua orang mempunyai kesamaan penampilan atau hal yang disukai, orang di sekitar menganggap mereka mirip. Seperti aku dan Mifta. Kami memakai kacamata yang modelnya hampir mirip, potongan rambut juga sedikit mirip. Itu dari penampilan. Dari segi hobi, kami suka futsal, juga suka ngobrol nggak jelas. Bahkan kadang jalan pikiran kita sama, walau kadang banyak absurd-nya. Mungkin dari beberapa hal itu yang menyebabkan kami dianggap “anak kembar”. Tapi jangan anggap semua orang yang punya kesamaan hobi sebagai “anak kembar”. Nanti pemain sepakbola bingung bedain mana kawan dan lawan.
Nb: Kesamaan penampilan juga terlihat dari seorang bintang iklan “minuman penolak angin” dan presiden suatu negara di Asia Tenggara.

KESENGAJAAN
Banyak orang terobsesi untuk menjadi sama dengan tokoh atau artis idolanya, mulai dari hobi sampai penampilan. Bahkan yang ekstrim, sengaja menjalani beberapa kali operasi plastik supaya wajahnya mirip dengan tokoh idola. Seorang pemuda di Filipina, dikabarkan rela menjalani 23 kali operasi demi mempunyai wajah sama dengan Superman[2]. Ini hanya salah satu contoh. Masih banyak di luar sana, orang-orang yang terobsesi untuk mirip dengan idolanya.

MEMBAYANGKAN ORANG LAIN
Untuk hal yang satu ini, mungkin saja terjadi ketika kita sedang terbayang-bayang wajah orang lain, terlebih orang yang sangat spesial. Contoh kasus ketika si A melihat seorang gadis di jalan. Saat gadis itu tersenyum, si A merasa gadis itu mirip si B. Padahal orang lain belum tentu sependapat. Nah, mungkin saja ketika si A melihat gadis itu, dia sedang terbayang-bayang wajah si B. Atau mungkin juga senyum si B mirip dengan senyum gadis itu. Ini tergantung persepsi dari masing-masing orang.
Nb: Apakah seseorang yang sedang jatuh cinta, akan melihat setiap orang mirip dengan kekasihnya?

JODOH
Jodoh dalam hal ini disempitkan menjadi kekasih, entah kekasih sementara atau kekasih dalam rumah tangga. Kata seorang kakak senior, “Jodoh itu adalah seseorang atau sesuatu yang membawa kebaikan saat kita bertemu dengannya”. Kebaikan ini akan membawa kebahagiaan bagi pasangan kekasih yang telah lama hidup bersama. Kebahagiaan ini akan terpancar dari wajah atau ekspresi pasangan tersebut. Ekspresi dari wajah inilah yang menyebabkan interaksi dan komunikasi antara pasangan, yang kemudian membentuk sisi dan guratan-guratan di wajah[3]. Kemiripan ini bisa terlihat ketika mereka sedang tersenyum atau tertawa. Kemiripan ini akan semakin terlihat jika pasangan selalu bahagia. Pernah lihat pasangan tak bahagia yang punya kemiripan wajah?
Ada juga penelitian yang menyebutkan kemiripan DNA-lah yang membuat pasangan menemukan jodohnya[3]. Kemiripan ini (tak selalu kesamaan wajah, bisa juga kesamaan hobi) yang mungkin membuat pasangan saling tertarik. Atau karena perempuan adalah potongan tulang rusuk dari laki-laki, jadi DNA mereka mirip? Apapun itu, jodoh adalah rahasia Allah. Berdoa saja, dan serahkan jodoh kepada-Nya.

So, adakah teman yang mirip denganmu? Kalau ada, yang manakah penyebabnya? Kalau temanmu itu lawan jenis, bisa jadi itu calon jodohmu. (^^)


Referensi:
[1] Benarkah Manusia Punya 7 Kembaran, Mitos atau Fakta?
[2] Demi Mirip Superman, Pria Ini Jalani 23 Operasi
[3] Fenomena Wajah Pasangan yang Mirip, Mitos atau Fakta?
Baca SelengkapnyaKalian Mirip Ya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan Ambil Dia Dariku

© mymoen.wordpress.com
Punya teman dekat itu rasanya pasti super duper menyenangkan. Sedang sedih atau bahagia, mau badmood ataupun goodmood, selalu ada orang yang bisa diajak ngobrol, bertukar pikiran. Apalagi jika teman itu sudah dianggap sebagai seseorang yang spesial, lihat wajahnya dari jauh pun hati sudah terasa adem. Tak berjumpa rasanya hampa, saat bertemu muka tak bisa berkata-kata. Ah, otak dan hati kadang tidak sinkron.
Teman dekat atau seseorang yang spesial, sebut saja “si dia”, terkadang secara sepihak kita klaim sebagai “ini milikku”. Padahal tak ada batasan seseorang mau berteman dengan siapapun. Pernahkah ada seseorang yang membicarakan tentang si dia di hadapanmu dan orang itu tertarik dengan si dia? Apa yang dirasa? Hati terasa sesak? Atau biasa saja? Mungkin ego ini terlalu besar untuk sekadar berkata “aku tak apa kok”.
Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kita seakan tak rela jika si dia “diambil” oleh orang lain? Ini jawabannya.......

SUKA
Saat kita suka dengan si dia, seakan setiap waktu ingin selalu bertemu dengannya. Jika ada orang lain yang juga suka, hati kecil kita seakan tak rela untuk membiarkannya. Seperti saat sedang kuliah, kita sangat suka untuk duduk di baris ketiga dari depan. Apapun kuliahnya, pokoknya harus duduk di baris itu. Jika suatu saat ada orang lain yang suka dengan baris itu dan duduk di sana, ada perasaan tak rela. Ingin sekali mengusir orang itu, tapi itu bukan bangku milik kita. Pada akhirnya, hanya bisa bersabar.
Tapi, apakah hanya karena rasa suka lalu membuat kita egois seperti itu? Tidak. Perasaan tak ingin kehilangan akan semakin kuat, jika kita telah lama mendapatkan..........

PERHATIAN
Perhatian dari si dia? Iya, tepat sekali. Si dia yang selalu ada untuk kita, selalu dekat dengan kita, secara tak langsung akan kita anggap sebagai perhatian. Wajah seriusnya saat mendengarkan kita bicara dan kebaikan hatinya saat kita mengalami kesusahan, adalah sedikit bentuk perhatiannya. Lalu ketika ada orang lain yang mendapat perhatian dari si dia, hati terasa sesak. Rasanya ada yang hilang. Tapi sekali lagi, hanya bisa bersabar.
Tak hanya perhatian, perasaan tak ingin kehilangan akan bertambah karena ini...........

INGIN MEMILIKI
Jika merasa suka, maka kita ingin memilikinya. Jika si dia terus bersama kita, maka perhatiannya tak akan terbagi dengan orang lain. Seperti saat suka dengan sepatu di toko, kita ingin memilikinya. Apapun caranya seakan pantas untuk dilakukan. Tapi ketika ada orang lain yang juga suka dan ingin memiliki sepatu itu, kita tak mungkin untuk melarangnya. Pada akhirnya, jika tak berhasil memilikinya, kita hanya bisa bersabar.
Suka dengan si dia dan ingin mendapat perhatian yang penuh darinya, akan munculkan rasa ingin memiliki. Tapi, apakah hanya itu? Masih ada, yaitu.........

TAKUT
Takut jika nanti si dia tak bahagia saat bersama orang lain, takut jika nanti si dia sakit dan tak ada yang peduli, juga takut nanti si dia jadi kesepian, adalah beberapa perasaan takut yang mungkin muncul jika si dia “diambil” orang lain. Dengan berkurangnya frekuensi perjumpaan dengan si dia, kita tak bisa sepenuhnya tahu yang dia rasakan. Dan pada akhirnya, hati terasa tak tenang.
Setelah 4 hal di atas, ada satu hal terakhir yang menyebabkan kita tak rela si dia “diambil” orang lain, yaitu.........

CINTA
Karena cinta, orang akan berkorban tanpa peduli apa akibatnya. Karena cinta juga, si dia akan lebih penting daripada diri sendiri. Cinta terkadang hadir dari rasa suka. Cinta hadir karena perhatian yang tulus dari si dia. Dan jika ada orang bilang “cinta tak harus memiliki”, itu bohong. Cinta itu harus memiliki, cinta itu harus selalu dekat dengannya. Jika tak memiliki, bagaimana kita bisa cinta?
Lalu, cinta akan hadir karena ketakutan kita. Takut jika si dia terjadi apa-apa, takut si dia berduka, juga takut si dia marah kepada kita. Itulah yang disebut peduli.
Cinta adalah sesuatu yang alamiah hadir di hati setiap manusia. Tak ada daya untuk mematikannya. Yang bisa dilakukan hanya menjaga cinta itu supaya tidak merusak hati. Serahkan saja cinta itu kepada Allah, biarkan Allah yang memeramnya hingga matang pada waktunya. Dan jika kita tak rela orang lain “mengambil” si dia dari sisi kita, bersabarlah. Gunung tak akan lari ke mana, jodoh pun tak akan tertukar dengan orang di samping kita. Ingat, mungkin saja si dia akan pergi dari kita, tapi Dia Yang Maha Segalanya akan tetap bersama kita.
Baca SelengkapnyaJangan Ambil Dia Dariku

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sahabat, Aku Bangga Padamu

© suryarahadianto.wordpress.com
Suatu kali kutuliskan kisahmu dalam sebuah cerpen. Kisah hidup yang sederhana, tapi begitu menyentuh dan bermakna. Pernah juga kujadikan prinsip-prinsip hidupmu sebagai bahan perbincanganku dengan adik angkatan di kampus. Prinsip hidup yang mungkin sama dengan beberapa orang. Tapi, ada rasa yang begitu “jleb” ketika kau yang mengatakannya. Beberapa kali juga, aku menjadikanmu contoh betapa hebatnya kuasa Allah. Jatuh-bangun kaulalui,  tapi tak sekalipun kaumenggugat Sang Pencipta. Teman, aku bangga untuk menceritakan kehebatanmu. Teman, kuharap kau tak keberatan kisahmu kubagi dengan dunia.
“Teman” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti orang yang menjadi pelengkap atau orang yang melakukan sesuatu bersama-sama[1]. Aku lupa kapan tepatnya kita bertemu pertama kali. Yang pasti sejak saat itu, aku mulai mengenalmu, bahkan lebih dari aku mengenal diriku sendiri. Kelebihan dan kekurangan diri tak ragu untuk kita bagi. Ya, itu karena kita yakin, kita ada untuk saling menguatkan. Kita akan saling melengkapi. Kelemahanku dengan kelebihanmu, begitu juga sebaliknya.
Waktu pun terus berlalu, suka-duka kita bagi tanpa ragu. Mulai dari pengalaman manis saat kita juara lomba penelitian, hingga yang paling pahit saat kita adu argumen tanpa saling mengalah. Seingatku, tiga hari kita tak saling sapa. Ah, mungkin sejak itu aku mulai memanggilmu sahabat. Ya, karena sahabat selalu ada ketika kita sedang senang, bahkan saat sedih, sahabat akan datang tanpa diundang. Berkali-kali kautahu kalutnya hatiku. Entah dari mana, padahal wajahku tak pernah menunjukkan itu.
Sendiri membuat manusia lebih banyak mengeluarkan hormon stress, meningkatkan resiko bunuh diri, dan mengurangi kualitas tidur (Inspire’s Minimagz #25)[2]. Karena itulah, aku sangat bersyukur Allah telah menghadirkanmu sebagai sahabat. Lewat canda-tawamu, sejenak aku dapat melupakan gundah. Lewat kehangatan kata-katamu, kaubimbing aku bangkit. Walau aku tahu, terkadang hatimu lebih berduka daripada hatiku.
Kini, kita telah beranjak dewasa. Kita telah punya jalan masing-masing untuk menggapai cita-cita. Mungkin tak lama lagi, kita akan saling mengucap “selamat jalan”. Mungkin tak lama lagi, kau akan berjumpa teman baru. Apapun masa depan kita nanti, aku tetap bersyukur telah berjumpa sahabat sepertimu. Apapun yang terjadi nanti, kita ada untuk saling menguatkan. Ya, itulah sahabat.
Banyak kisah yang telah kita lalui. Tapi hingga sekarang, entah kenapa aku masih cukup malu untuk mengatakannya, mengatakan kalimat “Sahabat, aku bangga padamu”. Atau mungkin aku terlalu angkuh? Yang pasti untuk sekarang, aku hanya bisa berbagi kehebatanmu kepada dunia. Aku suka ketika orang lain bersemangat setelah kuceritakan kisah hidupmu. Aku bahagia ketika prinsip hidupmu menginspirasi orang lain. Kuceritakan kehebatan dirimu karena aku bangga padamu. Sahabat, terima kasih untuk pelajaran hidup yang kaubagi. Kelak akan kukatakan kepadamu, “Sahabat, aku bangga padamu”. Kelak sebelum waktu memisahkan kita.

Referensi:
[1] Teman
[2] Firstly Friendstastic
Baca SelengkapnyaSahabat, Aku Bangga Padamu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Karya, Doa, dan Cinta

© bibeh.com
Beberapa hari yang lalu, aku terlibat sebuah perbincangan tentang rasa suka terhadap perempuan. Teman-temanku, yang pada dasarnya sudah aneh, ternyata mempunyai pengalaman unik ketika masih menjadi pelajar SMA. Pengalaman ini berkisar tentang bagaimana mereka mengekspresikan rasa suka terhadap seorang teman perempuan. Ada yang membacakan puisi karangan sendiri di depan kelas ketika pelajaran Bahasa Indonesia. Ada juga yang hanya berani melihat dari jauh sosok yang disukai. Pun ada juga yang ternyata menyimpannya di dalam hati dan baru terbongkar setelah lulus SMA. Selain uniknya cara, yang lebih unik adalah perempuan yang disukai itu tidak tahu jika disukai. Ternyata laki-laki pintar menyimpan perasaan, atau perempuan yang tidak peka? Ah, apapun itu.
Rasa suka, atau yang lebih tinggi tingkatannya disebut cinta, adalah sebuah hal yang alamiah lahir dari diri manusia. Tak ada seorang pun yang dapat menolak hadirnya perasaan suka, karena pada dasarnya laki-laki dan perempuan diciptakan “tarik-menarik”. Yang dapat dilakukan hanyalah menahan rasa suka itu supaya tidak semakin membesar di luar kendali.
“Aku suka sama kamu” adalah kalimat yang sudah lazim terdengar di keseharian kita. Laki-laki mengatakannya kepada teman perempuan, atau juga sebaliknya. “Mau jadi pacarku?” adalah kalimat berikutnya yang dikatakan setelah si lawan bicara menjawab “Aku juga suka sama kamu”. Uhh, gemes pengen tempeleng mereka. Apalagi kalau yang berkata seperti itu anak SD.
Suka, bilang “cinta”, pacaran, kemudian putus, adalah adegan yang umum terlihat di FTV. Eh, di kehidupan nyata juga ada. Bahkan ada yang pagi jadian, sore sudah berakhir dengan mulus. Short time date, huh? Siapa yang salah dengan ini semua? Ah, yalah yalah, tidak perlu saling menyalahkan.
Teringat sebuah kisah cinta super romantis yang pernah ada di dunia, sepasang suami-istri penuh keberkahan, Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra binti Muhammad[1]. Dikisahkan bahwa suatu hari setelah mereka menikah, Fatimah berkata kepada Ali.
“Maafkan aku. Sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda.”
“Kalau begitu, mengapa engkau mau menikah denganku? Dan, siapakah pemuda itu?” tanya Ali terkejut.
Sambil tersenyum, Fatimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu.”
Dikisahkan kemudian bahwa Ali juga mempunyai perasaan yang sama, bahkan mereka telah saling jatuh cinta sedari kecil tanpa seorang pun dari mereka yang mengatakannya. Cinta dalam diam memang indah pada akhirnya, jika cinta hanya dikatakan lewat doa.
Suka maupun cinta memang baiknya dijaga sebaik mungkin hingga waktunya tepat. Ini semata untuk menjaga perasaan masing-masing. Banyak kasus bunuh diri karena cinta yang ditolak, atau yang lebih ngeri adalah menyiksa diri karena putus dari pacar. Hue, kok ngeri ya........ Tapi, kapan waktu yang tepat untuk menyatakan cinta? Seperti Ali dan Fatimah, saat diri telah siap untuk membangun sebuah keluarga. Namun jika belum siap, terus bagaimana? Sekali lagi, dijaga hatinya, dijaga rasa sukanya, dijaga cintanya. Sampaikan perasaan kita lewat doa. Biarkan Allah yang menyampaikan perasaan itu kepada hati yang tepat.
Jika mengingat kembali perbincangan dengan teman-temanku tadi, rasa suka mereka masih dalam keadaan wajar. Mengekspresikan rasa suka sesuai kemampuan dan potensi dirinya, melalui puisi, cerpen, gambar, atau apapun itu. Nah, mungkin untuk sekarang, mari kita maksimalkan potensi kita. Hasilkan karya terlebih dulu. Dan yakinlah, pada akhirnya, si dia akan tersenyum ketika kita datang dengan karya-karya sukses kita, ketika kita menemui orangtuanya.

Referensi:
[1] Kisah Cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra
Baca SelengkapnyaKarya, Doa, dan Cinta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS