RSS

Sistem kadang berjalan apa adanya, kita tak pernah terpikir untuk mengubahnya. Sistem adalah sesuatu yang membantu, pembantu yang berkuasa. Dunia adalah sistem itu. Sejenak berpikir kritis, dunia yang kelam perlahan beranjak estetis.

Kenapa Cinta Harus Dimusnahkan?

© mufidpwt.tumblr.com
Memiliki perasaan suka kepada lawan jenis adalah sesuatu yang wajar. Tak ada yang tahu pasti kapan tepatnya perasaan itu mulai muncul di hati setiap manusia. Bahkan, terkadang perasaan suka akan tumbuh semakin besar menjadi cinta, meski itu merupakan pertemuan pertama.
Perasaan adalah hak mutlak yang dimiliki setiap manusia. Tak ada yang bisa melarang munculnya perasaan itu, bahkan si pemilik perasaan. Tapi yang sering terjadi, banyak orang lain yang berkomentar padahal belum pernah merasakan hal itu. “Suka sama lawan jenis itu cuma bikin nggak fokus”, “Loe kepikiran dia terus itu sama aja ngerusak hati loe”, “Pokoknya nggak boleh ada cinta sebelum ada ikatan resmi!”, dan “Hapus perasaan itu!” adalah contoh komentar yang muncul dari kebanyakan orang, dan mereka belum pernah mengalaminya sendiri. Benarkah perasaan suka atau cinta dapat dimusnahkan begitu saja?
Suka atau cinta itu sesuatu yang alamiah. Perasaan itu muncul dari alam bawah sadar. Ini yang menyebabkan banyak orang tak tahu pasti alasan kenapa bisa suka atau cinta kepada lawan jenis. Melihat penyebabnya yang kadang absurd, maka tak diketahui bagaimana cara yang pasti untuk memusnahkannya. Terkadang, justru perasaan itu akan semakin besar. Hampir mirip dengan virus.
Virus Merah Jambu, itu istilah yang banyak terdengar. Virus yang menyerang banyak anak muda yang penuh gejolak asmara. Satu pihak berkata virus ini sangat merusak karena menjadi dalih munculnya tindakan tak pantas di antara para “pengidapnya”. Pihak yang lain berpendapat virus ini dapat membangkitkan semangat dalam berusaha menjadi lebih baik, mulai dari pelajaran hingga bekerja. Jadi, adakah alasan pasti kenapa virus ini “berbahaya”? Apa pula “kebaikan” dari virus ini?
Secara sederhana, tak ada yang salah dengan perasaan suka atau cinta. Yang salah itu adalah tindakan setelahnya. Ya, tindakan masing-masing pribadi dalam menyikapi perasaan itu. Banyak yang terjerumus kepada “nista” karena dalih cinta. Ini karena mereka tak dapat menjaga “gejolak” diri. Tapi banyak juga yang dapat menjaga hati dan tindakannya. Mereka akan menyimpan perasaan itu di dalam hati tanpa mengumbarnya kepada orang lain. Nah, sikap seperti ini yang akan membangkitkan semangat dalam berusaha. Semangat untuk menjadi lebih baik. Bukankah cinta itu mendatangkan jodoh, dan jodoh orang baik adalah orang yang baik juga?
Jadi bagi kalian yang “anti” kepada cinta, jangan terlalu berkomentar menyerang, bahkan jika belum pernah mengalaminya sendiri. Dan bagi kalian yang pernah atau sedang mengalami cinta, jaga hati dan tindakan. Cinta itu menghangatkan hati jika dijaga. Tenang, jangan gundah. Banyak juga kok yang merasakan perasaan itu.


===============================================================



Mau tahu cara menyikapi perasaan suka atau cinta yang baru muncul? Baca saja komik Love Bajigur -Sebelum Cinta Datang- :3

Sampul Depan #LoveBajigur -SCD-

Pemesanan klik > bit.ly/LoveBajigurSCD

Baca Selengkapnya → Kenapa Cinta Harus Dimusnahkan?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Di Mana Pesonamu?

© inspirably.com
Pernah nggak sih kamu tertarik kepada seseorang, tapi nggak tahu sebab jelasnya? Kalau aku, pernah beberapa kali. Saat kali pertama bertemu teman dan ngobrol agak lama, rasanya ada sesuatu yang menarikku untuk bertahan di dekatnya. Mungkin itu yang disebut pesona atau karisma.
Secara harfiah, pesona atau karisma berarti daya tarik atau daya pikat yang dimiliki seseorang, terutama dalam hal kepemimpinan[1]. Pesona tiap orang berbeda-beda. Ada yang terletak di cara jalannya, cara bicaranya, bahkan di cara memainkan ekspresi wajah.
Sering kali, kita tak sadar telah terpaut oleh pesona lawan bicara kita. Begitu juga lawan bicara kita, terkadang tak sadar dia mempunyai pesona yang memancar. Pesona memang terkadang absurd. Kalau sudah begini, tinggal masalah waktu menunggu datangnya perasaan dari hati ke hati.

Berikut adalah 4 contoh hal yang mungkin menjadi pesona atau daya tarikmu, berdasar tipe kepribadian[2].

PENDIAM (MELANKOLIS)
Jika kamu adalah cowok atau cewek pendiam, mungkin di sinilah pesonamu. Pada awalnya (jika belum kenal), cowok atau cewek pendiam sering kali dijauhi dan tidak disukai. Wajar saja, ini karena sifat pendiam hemat dalam bicara, juga terkesan tak acuh kepada orang lain. Tapi jangan salah, sifat pendiam sering kali menjadikan orang lain penasaran. Mereka ingin tahu pribadi si pendiam lebih dalam. Kalau kata orang, cowok atau cewek pendiam itu keren, asal bukan diam karena sedang ngupil.
Seseorang yang pendiam adalah seseorang yang punya pikiran mendalam. Ini juga yang membuat orang lain ingin tahu apa yang si pendiam pikirkan. Diamnya mempunyai tujuan. Beberapa orang pendiam justru mempunyai tenggang rasa yang tinggi. Dia mau berkorban demi orang yang dikenal baik. Sisi yang hampir berkebalikan (diam vs mau berkorban) ini yang menjadi daya tarik dari pendiam yang berkepribadian melankolis.

PENDENGAR (PLEGMATIS)
Kamu sering jadi tempat curhat? Mungkin itu karena kamu adalah pendengar yang baik. Seseorang yang curhat terkadang hanya butuh untuk didengarkan. Kamu tahan untuk mendengar curhatannya, dari pagi hingga sore, tanpa memotongnya. Kamu tak suka menyinggung perasaan orang di sekitarmu. Saat dia meminta nasihat, kamu memberi nasihat yang bijak tanpa terkesan memaksa. Nah, inilah yang disukai orang dari dirimu sebagai pendengar yang baik.

BICARA (SANGUINIS)
Kamu suka berbicara di depan umum? Atau kamu sering juara lomba pidato? Atau kamu beberapa kali dipercaya sebagai pemimpin rapat? Nah, mungkin saja orang-orang tertarik dengan kemampuan bicaramu. Mereka suka dengan gaya bicaramu, kemampuan membawa suasana, serta sifatmu yang ekspresif. Kemampuan bicaramu seperti alunan biola saat situasi kondusif. Tapi terkadang, bicaramu seperti petikan gitar musik rock saat situasi memanas. Dalam situasi dan kondisi apapun, kemampuan bicara seorang sanguinis adalah daya tarik bagi orang lain.

BERKEMAUAN KERAS (KOLERIS)
Banyak orang suka kepada pribadi yang berkemauan keras, pribadi yang fokus kepada tujuan. Kamu orang yang punya visi dan akan melakukan apapun untuk mencapai visi itu? Selamat, berarti kamu punya pesona. Seorang koleris mempunyai kemauan yang keras. Apapun akan dilakukan untuk meraih tujuan, bahkan berkorban fisik pun rela. Orang yang berkemauan keras akan tahan banting karena ditempa melalui pengalamannya. Sifatmu yang seperti ini adalah pesona terbesarmu sebagai koleris.

Jadi, yang manakah tipe kepribadianmu? Yang manapun itu, pesona paling utama ada di hati dan akhlakmu.

Referensi:
[1] Pesona
[2] 4 Sifat Manusia (Plegmatis, Melankolis, Sanguinis, Koleris)

Baca Selengkapnya → Di Mana Pesonamu?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku Datang, Kau Pun Senang

© yesiammuslim.com
Perkara sebab-akibat (kausalitas) adalah sebuah hal yang pasti di dunia ini. Makan di restoran adalah sebab kenapa kita harus membayar, kecuali itu restoran milik keluarga. Macan disebut karnivora karena ia hanya makan daging, kecuali seluruh daging di bumi menghilang. Penyebab adanya siang adalah karena munculnya matahari, kecuali orang-orang sepakat bahwa ketika bulan muncul lalu disebut siang. Ya seperti itulah beberapa contoh kausalitas.
Datang dan mendatangi adalah sebuah contoh kausalitas juga. Sebuah benda tak akan disebut magnet kalau tak ada benda lain di dekatnya yang menimbulkan medan magnet. Begitulah takdir kehidupan. Kita harus berusaha mendatangi sebelum tujuan itu akan mendekat. Seperti 4 hal berikut ini, yang harus kita upayakan dengan mendatanginya.

TEMAN
Dulu saat SMA, aku sangat pemalu. Hari pertama sekolah aku malu untuk mulai berkenalan dengan teman-teman baru. Ya terpaksa, aku hanya menunggu siapapun yang mau berkenalan denganku. Alhamdulillah, ada beberapa orang. Perlahan tapi pasti, aku mulai berani berkenalan dengan yang lain, dengan rasa malu yang masih melekat.
Saat menginjak kuliah, aku sadar. Jika aku tetap pemalu, maka hal sama akan terulang. Akhirnya aku buang rasa malu itu (tapi bukan tak punya rasa malu) supaya mudah berkenalan dengan teman baru. Ulurkan tangan sana-sini sambil sebutkan nama, begitulah yang akhirnya terjadi.
Semenjak itu aku mulai belajar, bahwa jika ingin mudah mendapat teman baru, maka aku harus mau berkenalan lebih dulu. Hukum kausalitas telah terjadi. Beda cerita kalau aku pemalu dan temanku juga pemalu, bisa jadi hingga semester akhir kita tak saling kenal.

REZEKI
Rezeki tak hanya berupa uang. Rezeki dapat berupa kesehatan, ketenangan hati, juga waktu senggang. Jika berbicara uang, maka setiap orang sepakat bahwa kita harus bekerja (kecuali mau nebeng terus sama orangtua) untuk mendapatkannya. Mana ada sih orang dapat uang tanpa bekerja atau usaha? Undian atau kuis? Kalau dapat uang dari undian atau kuis, setidaknya dia ada usaha untuk ikut program itu. Bisa beli suatu produk, atau menjawab pertanyaan. Bahkan, monyet pun harus bekerja membuka kacang sebelum menikmati kacang sembari tersenyum.
Kesehatan juga salah satu hal yang masuk dalam hukum kausalitas. Mau sehat, ya jaga kondisi tubuh. Makan makanan bergizi, olahraga, juga hindari penyebab penyakit, seperti rokok dan alkohol. Hati ingin terasa tenang? Perbanyak ibadah. Ingin punya waktu senggang? Sibukkan diri dengan hal bermanfaat, karena tanpa kesibukan, kita tak akan punya waktu senggang.
Rezeki, memang harus kita datangi lebih dulu sebelum ia akan datang mendekat. Walau tiap orang pasti punya rezekinya masing-masing, tapi dari mana dan kapan datangnya, kita tak tahu. Untuk memastikan, ya kita berusaha mendatangi rezeki itu. Adakah orang sehat yang setiap hari hanya diam diri di kamar tanpa melakukan apapun?

JODOH
Jodoh itu adalah apapun yang membuat kita menjadi lebih baik saat bertemu dengannya, itu kata seorang kakak baik hati yang kukenal. Penjual dan pembeli di pasar dapat disebut jodoh. Cacing dan tanah pun layak disebut jodoh. Tapi jodoh yang dimaksud di sini adalah pendamping (disebut kekasih hati juga boleh).
Datang dan mendatangi juga berlaku dalam mendapatkan jodoh. Usaha mendatangi dilakukan dengan memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Yang nakal, sadarlah. Yang baik, tingkatkanlah. Telah ditakdirkan laki-laki baik hati untuk perempuan baik hati, juga sebaliknya. Saat nanti kita bertemu dengan jodoh, berarti seperti itulah level diri kita. Itulah kepastian dalam jodoh. Datangkan bidadari dengan perbaikan diri yang kita lakukan!

SANG PENCIPTA
Untuk hal ini, hampir setiap orang akan sepakat. Supaya Dia dekat dengan kita, tentu kita harus berusaha mendekat kepada-Nya. Dengan melakukan semua yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya, Sang Pencipta akan senang kepada kita. Apapun doa kita akan dikabulkan, asal berdoa dengan cara yang baik dan benar. Tapi kenapa mereka yang begundal pun bisa tetap makan, makan kan juga pemberian-Nya? Sang Pencipta kan memang Maha Pengasih, jadi ya semua orang akan diberi rezekinya. Yang jadi pertanyaan, saat kita tak mau mendekat kepada-Nya, apakah di kehidupan berikutnya kita bisa dekat dengan-Nya? Entahlah. Yang pasti kausalitas berlaku. Hukum Allah akan lebih berlaku.

Datang dan mendatangi adalah keniscayaan dalam hidup. Jangan terlalu berharap 4 hal di atas, jika kita tak mau berusaha mendatangi lebih dulu. Mulai detik ini, aku dan kamu, ayo lakukan perubahan. Ayo bergerak. Datangilah jodohmu, sebelum dia didatangi orang lain. #Eh

Baca Selengkapnya → Aku Datang, Kau Pun Senang

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jodoh, Jauh-Dekat Sama Saja

© gogopixlibrary.com
Takdir, sebuah kata yang membawa kita berada di dunia ini. Takdir adalah jalan yang harus kita jalani selama masih bernapas. Takdir pulalah yang menjadi jawaban terakhir bagi setiap pertanyaan “Mengapa?”. “Mengapa katak tak punya sayap?”, “Mengapa ular tak punya kaki?”, hingga “Mengapa mata terpejam selama tidur?” adalah pertanyaan yang pas dijawab dengan “Takdir”. Ya begitulah, terkadang takdir tak bisa dijawab dengan nalar manusia yang seadanya ini.
Takdir bisa mengubah keadaan suatu makhluk. Takdir pulalah yang membawa Indonesia meraih kemerdekaannya. Di satu sisi, takdir dapat kita usahakan, seperti kemerdekaan Indonesia dan nasib kita. Di sisi lain, ada takdir yang menjadi hak mutlak Sang Pencipta, kita tak dapat mengganggu gugat. Kelahiran, kematian, jodoh, juga rezeki adalah salah satu contoh hak mutlak itu.
Percayakah dengan kekuatan dan keunikan takdir? Terkadang, takdir mempertemukan jodoh kita dengan cara yang unik. Ya, jodoh atau kekasih hati. Berikut ada 4 kisah unik tentang pertemuan sepasang kekasih, yang mungkin kita tak bisa membayangkan kenapa peristiwa ini bisa terjadi.

BERKENALAN KARENA SAMA-SAMA AKAN BUNUH DIRI
Andriej Ivanov, 26 tahun, patah hati karena kematian tunangannya sehari sebelum pernikahan mereka. Pria ini mencoba bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Ufa, Rusia. Ketika tiba di sana, dia melihat Maria Petrova, 21 tahun, akan terjun dari jembatan itu. Wanita ini berniat bunuh diri karena diusir oleh orangtuanya yang mengetahui dirinya hamil di luar nikah. Saat Maria hampir melompat, Andriej menarik tubuh Maria menjauh dari tepi jembatan.
“Meski aku ingin bunuh diri, aku tak bisa membiarkannya melompat,” kata Andriej. Tubuh Maria jatuh ke tangan Andriej. Mereka pun menangis, dan berbincang hingga saling mengenal. Kini mereka berencana untuk menikah.[1]

SEPASANG PENGANTIN YANG PERNAH TERFOTO BERSAMA SAAT MASIH KECIL
Aimee Maiden (25 tahun) dan Nick Wheeler (26 tahun) baru saja menikah. Saat membongkar foto-foto lama, mereka terkejut setelah melihat sebuah foto. Dalam foto itu, Nick sedang membangun istana pasir bersama adik dan sepupunya, sedangkan Aimee terpotret di belakang Nick. Foto itu diambil di Pantai Mousehole tempat Aimee dibesarkan, saat keluarga Nick berlibur. Mereka baru saling mengenal ketika menginjak kuliah. Perkenalan itu akhirnya membawa mereka ke jenjang pernikahan, meski jarak ratusan kilometer telah memisahkan mereka.[2]

BERJODOH KARENA MENANYAKAN ALAMAT
Hepi, seorang wanita yang tinggal di pelosok Sumatera Selatan, telah mempunyai usia yang matang. Dia menjadi tulang punggung keluarganya, hingga tak terasa usianya tak muda lagi. Dengan usianya ini, tak mudah baginya untuk mendapatkan jodoh. Keprihatinan melanda keluarganya. Hepi hanya bisa bersabar.
Suatu hari, ada truk yang berhenti di depan rumahnya. Si sopir menanyakan alamat, dan karena takdir, Hepi yang menemui sopir itu. Pertemuan ini membawa kesan mendalam untuk sopir itu. Esoknya, si sopir kembali lagi ke rumah Hepi untuk berkenalan. Tak lama, mereka pun menikah. Walau Hepi jauh lebih tua dari suaminya, mereka hidup bahagia bersama anak-anak yang telah mulai dewasa.[3]

JODOH KARENA BAN BOCOR
Ada seorang wanita yang tinggal di seputaran Jawa Tengah. Di saat teman-temannya menikah setelah lulus SMP atau SMA, dia tetap bersikeras untuk melanjutkan sekolah. Walau ditentang orangtuanya, dia tetap ingin fokus menempuh pendidikan setelah lulus SMA, bekerja dulu baru menikah.
Suatu hari, ada seorang pria yang ban motornya bocor di dekat rumah wanita ini. Karena kasihan, wanita ini mempersilakan si pria untuk istirahat di rumahnya. Tak ada pikiran apapun, niatnya hanya menolong. Setelah lama tak bertemu, wanita ini sudah bekerja di Jawa Timur dan si pria di Jawa Barat, tiba-tiba suatu hari si pria datang ke rumah wanita ini dan melamarnya. Terkejut dan heran, wanita ini menolak pada awalnya. Setelah melihat kesungguhan si pria, luluhlah hati sang wanita. Hingga kini, mereka hidup bahagia.[4]

Siapa sangka, takdir akan mempertemukan sepasang kekasih dengan caranya yang unik. Ya begitulah, kuasa Sang Pencipta yang tak dapat ditandingi oleh siapapun. Sekarang coba ingat-ingat, adakah teman TK yang terpisah jauh denganmu? Mungkin saja kalian akan bertemu kembali, dan menjadi jodoh :)

Referensi:
[1] Kisah Nyata, Inilah Kisah Unik 2 Cinta Sejati
[2] Aneh Tapi Nyata Cara Tuhan Menyatukan Cinta Dua Insan
[3] Misteri Jodoh
[4] Jodoh, Siapa Yang Tahu?

Baca Selengkapnya → Jodoh, Jauh-Dekat Sama Saja

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kenapa Aku Tertarik Padamu?

© gambarkata.co
Tertarik pada suatu benda yang dijual adalah hal wajar. Apalagi jika kita sedang cuci mata di mall, melihat benda-benda yang ter-display­ cantik tentu hasrat memiliki akan menggebu. Banyak alasan kenapa kita tertarik, mulai dari kebutuhan, harga yang sedang promo, varian keluaran terbaru, hingga keinginan untuk pamer. Bahkan ketika kita sudah membelinya, muncul alasan yang cukup absurd, yaitu khilaf.
Jika ada banyak alasan kenapa kita tertarik pada suatu benda, pasti ada lebih banyak alasan kenapa kita bisa tertarik pada seseorang. Kenapa begitu? Hal ini karena manusia adalah makhluk yang bisa berubah setiap hari, bahkan setiap detik. Alasan untuk tertarik padanya pun bisa berubah setiap detik. Tapi ada 5 alasan atau sebab mendasar kenapa kita bisa tertarik pada seseorang, meskipun itu adalah pertemuan pertama.

FEROMON
Feromon adalah suatu zat kimia yang berasal dari kelenjar endokrin dan dimilki oleh semua makhluk hidup untuk mengenali jenisnya, lawan jenisnya, individu lain di luar jenisnya, dan kelompok lain. Selain hewan (serangga), manusia (pria dan wanita) juga memiliki feromon. Feromon pada manusia tersebar lewat permukaan kulit ke udara, tak bisa dicium (dibaui), dan hanya bisa dirasakan efeknya.
Feromon pada manusia ditemukan oleh Adolph Butenandt[1]. Menurut beliau, feromon yang ada di udara (terutama dari lawan bicara) akan diterima oleh sebuah organ kecil di hidung. Sinyal feromon yang diterima, kemudian diteruskan ke hipotalamus di otak, yang selanjutnya akan merangsang pembentukan senyawa lain, seperti dopamine, endorphin, dan oksitosin[2]. Senyawa-senyawa ini yang membuat tubuh kita merasa tenang dan nyaman saat berbicara dengan seseorang yang tepat.
Tapi teori feromon ini dibantah oleh Richard Doty, seorang peneliti dari Penn State University’s School of Medicine[3]. Beliau mengatakan bahwa feromon tak mempengaruhi ketertarikan kepada seseorang. Hal yang lebih mempengaruhi adalah lingkungan dan kondisi fisik serta mental.

BAU KERINGAT
Bau keringat terkadang bisa menjadi sebab ketertarikan pada seseorang. Hal ini sering terjadi pada wanita. Penelitian yang dilakukan Bagian Biologi Manusia di Universitas Pensylvania, mengungkapkan bahwa bau keringat laki-laki bisa menurunkan stres, membantu relaksasi, dan mengatur siklus haid bagi wanita[4]. Bahkan dalam penelitian lain, Cristina Davis dari University of California,mengatakan bahwa wanita lebih suka bau T-shirt pria yang berkeringat[5].
Aku pernah membaca sebuah cerita, bahwa ada seorang istri yang sangat suka bau keringat suaminya setelah olahraga. Bahkan si istri susah tidur jika belum mencium bau badan suaminya. Ini menunjukkan betapa hebatnya bau keringat mempengaruhi ketertarikan pada seseorang. Amazing!

TAMPILAN FISIK
Tak bisa dipungkiri, tampilan fisik adalah sebab kuat kenapa kita tertarik pada seseorang. Pria akan tertarik pada wanita cantik, sedangkan wanita akan tergoda dengan pria tampan. Tapi, tak selamanya terjadi seperti itu. Di era kekinian, tampilan fisik tak hanya dilihat dari wajahnya yang ganteng atau cantik. Tinggi badan, berat badan, bahkan ukuran kaki, juga menjadi salah satu sebab ketertarikan pada seseorang. Apapun itu, yang penting pas di hati.

SIFAT/KARAKTER
Sifat/karakter menjadi salah satu alasan kenapa kita bisa tertarik pada seseorang. Hal ini akan mempengaruhi seberapa nyaman ketika kita dekat dengannya. Pria pendiam sering dianggap sebagai pria keren. Tapi terkadang, pria ekspresif juga menjadi idaman para wanita. Apalagi jika pribadinya humoris, tentu akan banyak yang suka. Tak ada sifat tertentu yang mempengaruhi ketertarikan. Semua relatif, karena sifat manusia yang berubah setiap waktu.

FAKTOR X
Di luar 4 alasan di atas, ada alasan yang susah untuk dijelaskan, yaitu faktor X. Kita tak tahu alasan tertarik pada seseorang. Yang kita tahu, perasaan nyaman saat dekat dengannya. Hanya itu. Jika kita mengalami hal seperti itu, suka tapi tak tahu kenapa, lupakan saja untuk mencari alasan. Nikmati saja perasaan itu. Terkadang, ketertarikan, suka, juga cinta, tak butuh alasan, karena yang bermain adalah perasaan. Bahkan ada juga yang berkata “Kau adalah jodohku” ketika pertemuan pertama.

Jadi, mana yang menjadi alasanmu tertarik padanya?

Referensi:
[1] Feromon
[2] Fenomenal Feromon, Efektivitasnya, dan Wanita
[3] Hormon 'Jatuh Cinta' Feromon Cuma Mitos
[4] Dahsyatnya Aroma Ketiak Lelaki Buat Wanita
[5] Parfum Favorit Wanita adalah Bau Keringat Pria

Baca Selengkapnya → Kenapa Aku Tertarik Padamu?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kehidupan Mahasiswa di Pecahan 20 Ribu

© ikiadi.blogspot.com
Bagi remaja yang baru lulus SMA, kuliah adalah salah satu pilihan untuk tahap kehidupan berikutnya. Selain pilihan si remaja sendiri, kampus mana yang dipilih, terkadang merupakan tuntutan dari orangtua. Kampus terkenal dan favorit adalah harga mati. Konsekuensinya, si remaja harus merantau ke kota lain, karena kampus favorit biasanya ada di kota-kota besar.
Perantauan ini menuntut si remaja -yang kini adalah mahasiswa baru- untuk lebih mandiri dalam hal apapun, salah satunya manajemen keuangan. Setelah sebelumnya keuangan secara tidak langsung diatur oleh orangtua, kini sebagai mahasiswa, keuangan harus diatur sendiri. Mulai dari biaya kos, makan, minum, belanja, hingga biaya tidak terduga. Sensasi dalam mengatur keuangan ini tentu berbeda bagi setiap mahasiswa, tapi tetap menjadi pengalaman baru bagi siapapun yang mulai menginjak dewasa.

Kehidupan Mahasiswa dan Uang Bulanan
Pada umumnya, mahasiswa dianggap sebagai makhluk yang sangat identik dengan “hemat”. Mulai dari urusan makan, minum, hingga belanja keperluan pribadi, sebisa mungkin mencari tempat yang menawarkan promo atau diskon. Bahkan jika memungkinkan, mahasiswa akan mencari acara hajatan untuk sekadar mencari sepiring nasi kehidupan.
Uang bulanan seorang mahasiswa biasanya berasal dari kiriman orangtua, beasiswa, atau hasil kerja sampingan. Jika menuruti semua keinginan dan kebutuhan, jelas saja uang bulanan tidak akan cukup. Sebagai makhluk “hemat”, mahasiswa akan sangat peduli dengan uang pecahan kecil, mulai dari 20 ribu, seribu, hingga logam 100 rupiah. Maka dari itu, manajemen keuangan mutlak diperlukan, supaya uang yang sudah disiapkan untuk sebulan tidak ludes di tengah jalan.

Uang Pecahan 20 Ribu
Sebagian besar mahasiswa menyimpan uangnya di bank, karena uang bulanan dari orangtua atau beasiswa biasanya dikirim melalui bank. Uang akan diambil sedikit demi sedikit sesuai keperluan. Karena sedikit demi sedikit inilah, penarikan tunai tidak mungkin dilakukan melalui teller. Cara yang mungkin adalah penarikan melalui ATM.
Penarikan uang melalui ATM banyak dipilih karena kemudahannya. Tapi sekarang, ATM mempunyai pecahan minimal 50 ribu. Ini tentu menyulitkan mahasiswa karena jika saldo di bawah 50 ribu, tentu tidak bisa dilakukan penarikan. Padahal di akhir bulan, uang 20 ribu sudah dianggap sebuah anugerah. Melihat mahasiswa yang identik dengan “hemat”, uang pecahan 20 ribu adalah sebuah penyambung hidup di saat-saat kritis. Banyak mahasiswa yang merindukan masa-masa dulu. Masa saat ATM pecahan 20 ribu masih setia melayani antrian mahasiswa di akhir bulan.

ATM BNI
BNI adalah bank, terutama di Jogja, yang masih mempertahankan ATM dengan pecahan 20 ribu. ATM ini dapat ditemui di kantor cabang yang dekat dengan kampus, seperti UGM dan UNY. Dengan adanya ATM pecahan 20 ribu, banyak mahasiswa yang merasa sangat tertolong di tanggal tua.
Seorang teman pernah bercerita, dia senang dengan BNI karena masih mempertahankan ATM pecahan 20 ribu. Hampir setiap tarik uang, dia memilih menggunakan anjungan pecahan 20 ribu. Alasannya sederhana, untuk menahan keinginan jajan berlebih, karena dengan nominal 20 ribu pengeluaran pasti terbatas.
Aku sendiri pun pernah merasa sangat tertolong. Suatu hari ada keadaan mendesak, padahal uang di dompet kurang. Teringat bahwa BNI punya ATM pecahan 20 ribu -karena saldo di bawah 50 ribu-, maka kuputuskan menuju anjungan itu dan mengambil seperlunya. Bisa dibayangkan jika tidak ada ATM pecahan 20 ribu, pasti saat itu aku sangat bingung.
Banyak mahasiswa di kota lain yang merasa tertolong dengan ATM pecahan 20 ribu dari BNI. Bahkan ada seorang kenalan di sekitar Bandung yang merasa bingung jika tiba akhir bulan. Ini karena saldo yang ada harus dihemat semaksimal mungkin, sedangkan ATM yang ada mempunyai pecahan minimal 50 ribu. Kemudian setelah dia tahu bahwa BNI mempunyai ATM pecahan 20 ribu, dia sangat bersyukur. Usahanya untuk bertahan hidup di akhir bulan akan sedikit lebih ringan.
Melihat cerita teman-teman dan pengalamanku sendiri, ATM dengan pecahan 20 ribu terbukti sangat membantu, terutama bagi mahasiswa di akhir bulan. Jika boleh berlebihan, ATM pecahan 20 ribu bisa dianggap sebagai salah satu penyambung hidup mahasiswa.

Perkembangan yang progresif selama 69 tahun ini, tentu menunjukkan sebuah kemajuan yang signifikan dalam hal pelayanan. Pelayanan yang maksimal salah satunya dilihat dari masih dipertahankannya ATM pecahan 20 ribu. Pelayanan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang identik dengan kata “hemat”. Semoga jumlah ATM pecahan 20 ribu diperbanyak kembali, terutama di titik krusial seperti kampus, karena terbukti sangat dibutuhkan. Juga karena kehidupan mahasiswa salah satunya ada di uang pecahan 20 ribu.

Baca Selengkapnya → Kehidupan Mahasiswa di Pecahan 20 Ribu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wajahmu Goyahkan Hatiku

© mistanazri90.blogspot.com
Siapa sih manusia di dunia ini yang nggak punya wajah? Pasti semua punya, kecuali para slender man. Wajah adalah salah satu bagian tubuh yang sangat berguna. Buat apa? Ya buat ngenalin orang. Bisa sih ngenalin orang dari lihat kaki, tangan, atau bentuk perutnya. Tapi kurang etis, nggak sopan. Paling masuk akal ya lihat wajahnya.
Kenapa wajah tiap orang berbeda, sehingga kita bisa membedakan si ini dan si itu? Walaupun anak kembar, tapi pasti ada sedikit bagian yang membedakan dengan kembarannya yang lain. Ini dikarenakan susunan DNA tiap manusia berbeda, sehingga susunan asam aminonya juga berbeda. Nah, karena wajah, juga bagian tubuh lain, dibentuk oleh asam amino, jadi ya bentuk wajah tiap orang berbeda. Maka dari itu, kita bisa ngenalin tiap-tiap orang.

Wajah, pada kasus tertentu, dapat menimbulkan efek psikologis yang cukup mengganggu. Setidaknya ini yang pernah aku rasakan. Ini terjadi saat hari pertama aku masuk Sekolah Dasar (SD). Seperti anak pada umumnya yang punya rasa ingin tahu berlebih, aku pandangi wajah temanku satu per satu, sambil menghapal nama mereka. Hingga tiba pandanganku terpaku pada salah satu teman gadis, “yang tercantik di kelas” begitulah pikiranku saat itu. Pandanganku tak beralih hingga dia keluar kelas, berlalu, dan menghilang. Dan selama hari itu, terkadang kelebatan wajahnya merusak konsentrasiku.
Keesokan harinya pun, hal kemarin terulang kembali. Tiap memandang wajahnya, konsentrasiku rusak. Apapun yang aku kerjakan, pasti tertunda. Aku akui, aku kepikiran wajahnya. Dia yang manis, dia yang cantik. Ya, ini pikiranku saat itu. Pikiran anak SD. Hari pun terus berlalu, pelan-pelan kuhalangi keinginanku untuk memandang wajahnya. Pelan-pelan kukuatkan hati. Dan, pada akhirnya hatiku tetap tak mampu.

Lama waktu berlalu, hal yang hampir serupa kembali terjadi. Saat itu hari pertama masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagaimana terjadi di semua sekolah, hari pertama pasti diisi dengan perkenalan. Satu per satu memperkenalkan diri, hingga tiba giliran seorang gadis berkerudung putih maju. Wajahnya tak terlalu cantik, tapi manis untuk dipandangi. Saat itu aku belum sadar apa yang akan terjadi. Tapi tak berselang lama, senyum di wajahnya mengganggu pikiranku. Ah, seperti 6 tahun lalu, walau gadis yang berbeda.
Selayaknya anak ingusan yang perlahan menginjak puber, ada rasa tertarik kepadanya. Ada keinginan untuk memandang wajahnya. Tapi konsekuensinya, konsentrasiku harus terganggu. Apa yang aku kerjakan, menjadi kurang fokus. Seperti saat aku SD, kucoba untuk menguatkan hati. Perlahan kucoba menghapus bayangan wajahnya. Dan pada akhirnya, aku tetap tak mampu.

Kini, masa remaja telah kulewati, level kuliah telah kupijak. Aku telah belajar sebuah pelajaran penting, “Jika hatimu masih lemah, jangan memandang wajah seorang gadis terlalu lama. Itu berbahaya!”. Semenjak masuk Sekolah Menengah Akhir (SMA), aku tak mau kejadian “pandangan pertama” itu terulang kembali. Sudah cukup efek psikologis itu menyerang. Perlahan kucoba menahan pandanganku. Sehari, sepekan, sebulan, hingga bulan datang bergantian, hatiku mulai tertata. Pikiranku bisa fokus untuk pelajaran. Yah, mungkin untuk beberapa momen, hatiku menjadi lemah. Tapi, anyway, setidaknya sudah lebih baik dan hatiku lebih tenang dari 2 level sekolah sebelumnya.
Sekarang, di saat hatiku lebih kuat, aku merasa menahan pandangan sangatlah penting. Walau mungkin ada saatnya aku khilaf memandang wajah seorang gadis -agak- terlalu lama, saat itu juga kukuatkan kembali hatiku. Tapi salah nggak sih kalau aku justru menyalahkan gadis itu, kenapa wajahnya terlalu manis? Apapun itu, jika ingin hidup lebih nyaman, tahanlah pandangan. Selain itu, juga bisa bikin pikiran lebih fokus, nggak kepikiran wajahnya terus. Dan yang lebih penting, nggak dapat marah dari Sang Penguasa Alam.

Hei gadis, tahukah kamu, kalau terkadang wajahmu goyahkan hatiku? Oke, mari kita tundukkan kepala dan menahan pandangan kita bersama.

Baca Selengkapnya → Wajahmu Goyahkan Hatiku

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta Karena Terpaksa?

© ngasih.com
Seorang cowok sedang duduk santai di depan rumahnya. Wuuss, seorang cewek melintas cepat dengan sepedanya. Terkesima dengan cantiknya, si cowok tanpa pikir panjang lalu mengambil sepedanya yang ada di garasi. Dia berdandan ala orang yang suka olahraga. Baju tanpa lengan, celana pendek, dan handuk kecil di leher. Kayuhannya lemah mengejar si cewek. Pantas saja, dia sudah lama tak pernah bersepeda. Pelan tapi pasti, “mangsa”nya terkejar. Berkenalan, itu targetnya. Sejak hari itu, si cowok gemar bersepeda pagi lagi.
Pasti sudah biasa ya lihat atau baca setting cerita seperti itu. Ya, itu sepenggal adegan di sebuah FTV yang beberapa minggu lalu aku tonton. Tak sengaja sih awalnya, tapi kok lama-lama susah beranjak dari sofa. Apa karena ada sepeda yang ambil bagian? Entahlah. Yang pasti ada satu hal menarik yang jadi renunganku.

Pernah nggak kita suka sesuatu, yang jadi kesukaan orang yang kita sukai? Hmm, pasti sebagian besar dari kita pernah. Si dia suka komputer, kita lalu otodidak belajar komputer. Si dia suka bersepeda, kita susah payah gerakin kaki mengayuh sepeda. Si dia suka minum bajigur, kita lalu paksain suka bajigur. Mungkin kalau cuma sebatas suka dengan si dia, kita tak mungkin susah payah memaksa diri untuk suka sesuatu yang asing. Tapi beda cerita kalau level kita sudah lebih jauh. Apa itu?

CINTA. Ya, kalau kita sudah mulai merasakan cinta, sesuatu yang asing pun jadi terasa familiar. Sesuatu yang berat akan keliatan mudah (hanya keliatan, lho). Pantang menyerah untuk suka sesuatu itu. Alasannya supaya si dia terkesan dan menghargai usaha kita. Bukankah cinta perlu usaha dan pengorbanan? Dengan itu, kita berharap si dia juga merasakan hal yang kita rasakan. Tapi, kalau seperti itu, akan terlihat seperti terpaksa kan? Kita yang awalnya tak suka, lalu memaksa diri untuk suka. Seperti anak SD yang tak suka matematika, tapi dipaksa mendapat nilai bagus di ulangan matematika. Padahal dalam bidang menggambar, dia nomor satu.

TERPAKSA, bukanlah cinta yang sesungguhnya. Bukan cinta yang alami. Aneh nggak sih kalau cinta kepada manusia saja kita harus menyiksa diri? Terus bagaimana cinta yang alami? Ya, rasakan saja dengan hati. Jika kita suka kesukaannya supaya kita dekat dengannya, lalu berharap cinta akan hadir perlahan, maka itu terlihat kurang kece. Kita terpaksa untuk melakukan hal yang tak disukai, dan dia terpaksa merasakan cinta yang kita coba tunjukkan.
Cinta yang alami mungkin seperti ini. Misal diskusi sama si dia tentang sebuah novel. Dia cerita lebar-panjang, dan kita tertarik. Nah, saat itu cinta datang secara alami. Kalau pun nanti kita tertarik untuk membaca novelnya sendiri, itu satu langkah berarti. Perkembangan kita untuk suka membaca.
Di lain kasus, saat dia bercerita tentang manfaat Sholat Dhuha. Dia ceritakan pengalaman kerennya setelah membiasakan Sholat Dhuha. Kita tergerak karena ceritanya, dan mulai membiasakan. Nah, setelah kita merasakan manfaatnya, ucapkanlah Alhamdulillah karena nikmat harus kita syukuri. Itu juga salah satu cinta yang alami? Ya, kita anggap saja begitu.
Cinta kepada sesama manusia itu harusnya memang hadir tanpa paksaan. Cinta harusnya mengalir begitu saja. Suka kesukaannya tanpa kita sadari. Tapi, ada satu cinta yang akan membuat terlena saat kita benar-benar merasakannya di hati. Kita akan melakukan segala hal yang Dia sukai tanpa pernah terpaksa. Cinta apakah itu?

CINTA KEPADA SANG PENCIPTA. Cinta yang sangat nikmat. Cinta yang paling tinggi derajatnya. Sudahkah kita cinta kepada Allah? Seberapa besar cinta kita kepada Allah?
Allah suka kepada kebaikan. Allah juga suka jika kita melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Jika hati kita dipenuhi dengan cinta kepada Allah, tentu kita tak akan terpaksa untuk melakukan semua yang Allah sukai. Begitu pun jika kita terpaksa melakukan yang Allah perintahkan, tentu itu masih lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali. Paling tidak, kita mencicipi bagaimana rasanya cinta yang hakiki.

Jadi, masih ngaku cinta si dia, tapi terpaksa untuk suka semua kesukaannya? Pikir lagi deh, mungkin itu bukan cinta. Ya bisa saja cuma ketertarikan sesaat. Kalau beneran cinta, harusnya kita tanpa sadar suka kesukaannya, tanpa terpaksa. Tak ada keindahan cinta karena terpaksa. Pun jika kita tak suka, lebih baik jujur bilang apa adanya. Toh si dia juga akan memaklumi. Cinta kan memang saling melengkapi.
Tapi tunggu dulu. Letakkan derajat cinta kita kepada Allah di atas cinta-cinta yang lain. Kalau cinta kepada makhluk saja kita bisa berkorban, kenapa cinta kepada Allah kita justru tak mau berkorban? Mari tata kembali hati kita.

Baca Selengkapnya → Cinta Karena Terpaksa?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jujur Sepanjang Umur

© wulandianpertiwi.blogspot.com
“Son, jawaban nomor 3 apa? Cepet, keburu ketahuan!” tanya Dudung sedikit memaksa. Soni hanya menggelengkan kepala tanda dia juga tak tahu jawabannya.
“Nomor 11 jawabannya B. Kalau 12 sampe 15 apa?” mata Bara menatap tajam ke arah lawan bicaranya. Martin hanya mengacungkan jari telunjuknya kepada Bara. Itu berarti jawabannya A.
“Luv, Esterifikasi itu apa sih? Emang Pak Bakrie pernah ngajarin?” wajah Srikandhi tampak sangat bingung. Luvi, gadis berkerudung yang duduk di pojok belakang, hanya tersenyum melihat raut kebingungan gadis tomboy yang duduk di depannya itu.
Kelas XI IA 2 tampak sedikit ramai. Bu Ratna, pengawas ujian kelas itu, sedang ke kamar mandi. Tangan beliau kejatuhan kotoran cicak, jadi dengan tergesa-gesa Bu Ratna berlari ke kamar mandi untuk membersihkannya. Pak Wardi, pengawas yang lain, tampak tidur pulas. Ihh, ilernya hampir mengalir.
Suasana di kelas sebelah sungguh sangat berkebalikan. Pengawas ujian di kelas XI IA 3 terkenal cukup sangar. Ya, ada Pak Budi dan Bu Mustini. Kabarnya, mata mereka tak akan pernah lepas mengamati gerak-gerik tiap siswa. Terbukti, Bu Mustini menegur Maman. Yang ditegur tampak sangat kaget.
“Itu tangannya ngapain masuk-masuk ke laci? Nyimpen HP ya?!” mata Bu Mustini melotot tajam. Seandainya beliau tidak pakai kacamata, mungkin bola matanya sudah copot entah ke mana.
“Ng, ng, nggak kok bu. Ini tangan saya gatel, jadi garuk-garuk ke laci. Hehe…..,” jawab Maman sekenanya.
Niza, siswa yang duduk di baris paling belakang, hanya tersenyum. Dia merasa heran, kenapa setiap kelasnya diawasi oleh Bu Mustini, teman-temannya tampak tertekan saat mengerjakan ujian. Padahal beliau ‘kan tidak menggigit.

***

Siapa yang tak pernah mengalami suasana seperti itu? Kelas akan tenang saat pengawas ujiannya ada, sedangkan saat pengawasnya pergi, kelas seketika berubah riuh. Entah tanya jawaban, buka buku, atau tidur, yang pasti waktu singkat itu sangat berharga. Hayoo siapa yang tak pernah mengalami suasana itu? Ngaku saja…… :3
Saat di lembar jawaban ujian masih banyak tempat kosong, apalagi waktu yang tersisa hanya tinggal beberapa menit, pikiran kita hanya terfokus kepada jawaban. Apapun cara dilakukan, mulai dari berpikir keras bagi yang berilmu, hingga bertanya kepada teman bagi yang menyerah. Namun, apakah kita ingat kepada satu kata yang penting saat ujian? Ya, kata itu adalah JUJUR.
Jujur berarti tidak berbohong saat melakukan sesuatu, misal dalam mengerjakan tugas. Tugas dikerjakan sendiri tanpa menjiplak milik orang lain. Jujur juga dapat diartikan tidak curang dalam bertindak, misal dalam mengerjakan ujian sekolah. Menjawab soal sesuai kemampuan diri sendiri tanpa tanya sana-sini.
Kata orang, jujur adalah sesuatu yang sudah sangat langka ditemui di sekitar kita. Di mana-mana banyak kebohongan demi kenyamanan diri sendiri. Mulai dari anak yang berbohong kepada orangtuanya, hingga pejabat gendut yang menjadi koruptor kelas paus. Jujur adalah sebuah kata positif yang kini sering disandingkan dengan arti negatif. “Jujur hancur”, barangsiapa bicara jujur, kelak dia pasti hancur. Begitulah yang banyak dikatakan orang.

Pernah melihat pengendara motor yang menerobos lampu merah, padahal di sana tertulis “Belok kiri ikuti lampu”? Jika dipikir ulang, apakah tulisan itu tidak terlihat? Atau mungkin si pengendara memang buta huruf? Namun jika ternyata dia bisa membaca, betapa sangat sedih guru SD yang telah mengajarinya membaca saat kecil. Mungkin sang guru akan merasa sangat bersalah jika siswanya ternyata tak bisa membaca rambu lalu lintas.
Apa yang membuat kita terkadang nyaman dengan kebohongan? PENGAWAS. Ya, tak terlihatnya seorang pengawas di mata kita, terkadang membuat hati kita enggan melakukan sebuah kejujuran. Kita masih berpikir bahwa kita butuh pengawas yang konkret, pengawas yang nyata, yang dapat kita lihat dengan mata kepala sendiri. Apakah kita lupa kepada Dia Yang Maha Mengawasi?
Pengendara motor yang menerobos lampu merah tadi mungkin tak diawasi polisi, namun ada Dia yang kemampuannya jauh di atas polisi. Pejabat koruptor mungkin luput dari pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun ada Dia yang pengawasannya jauh lebih teliti dari KPK. Seorang anak yang berbohong kepada orangtuanya atau mencontek saat ujian mungkin lepas dari mata pengawas, namun ada Dia Yang Maha Mengawasi setiap perbuatan kita.
Setebal dan serapat apapun topeng yang menutupi perbuatan kita, Dia Yang Maha Tahu pasti dapat menguliti apa yang ada di balik topeng itu. Sekiranya aib kita akan dibuka, Dia Yang Maha Kuasa dengan mudah melakukannya. Topeng kebohongan, meski itu seajaib topeng penguasa culas, Dia Yang Maha Berkehendak pasti akan membukanya, entah di dunia maupun nanti di akhirat. Dia, Allah Yang Maha Segalanya adalah pengawas kita yang sebenarnya.

Bohong kini telah menjadi sesuatu yang mainstream di masyarakat, bahkan sejak Tentara Gajah menduduki Makkah. Jadi, dengan jujur, kita telah menjadi manusia yang antimainstream, manusia yang luar biasa. Lebih dari itu, orang jujur akan mendapatkan tiga hal yang istimewa. Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: KEPERCAYAAN, CINTA, dan RASA HORMAT”. Masih ragukah kita untuk melakukan kejujuran? Saat kita ragu, ingatlah bahwa ada Allah yang selalu mengawasi. Namun, apakah kita cukup dengan melakukan kejujuran? TIDAK. Kita harus menjadi INSPIRATOR.
Inspirator? Ya, seseorang yang menyebarkan inspirasi kebaikan kepada orang lain. Kita harus mengajak orang lain untuk melakukan kejujuran bersama kita. Tak hanya dengan kata-kata, kita bisa menunjukkan kejujuran dengan bukti tindakan kita. Misal kita berhenti di lampu merah saat ada tulisan “Belok kiri ikuti lampu”, meski ada yang sewot membunyikan klakson, cuek saja, toh kita benar. Mau tak mau pengendara di belakang kita akan berhenti. Walau terpaksa, yang penting mereka mau melakukan kejujuran bersama kita.Atau dengan mengembalikan dompet yang kita temukan kepada si pemilik. Juga menyerahkan kembalian yang seharusnya kepada pembeli, jika kita penjual. Hal kecil ini tak pelak bisa menginspirasi orang lain. Jadilah inspirator kejujuran setiap hari dan budayakan kejujuran sebagai kebutuhan.

Jujur itu adalah suatu tindakan yang dapat menenangkan hati. Berlaku jujur tak perlu pengawas yang kasat mata, cukup ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baik pengawas. Jujur juga akan terasa nikmat jika kita berlaku jujur bersama dengan orang lain di setiap harinya. Sebagai inspirator, perlahan kita ubah jujur menjadi lifestyle. Tak perlu risau dengan istilah “jujur hancur”, keyakinan kita akan membuat “jujur mujur”, jujur akan membawa kita pada keberuntungan. Oiya, jujur jangan hanya kemarin, hari ini, atau esok saja. Jujur itu tak mengenal umur, siapapun, jujur sepanjang umur.

“Kejujuran adalah amanah,
sementara dusta adalah suatu pengkhianatan.”
(Abu Bakar Ash-Shiddiq)

Baca Selengkapnya → Jujur Sepanjang Umur

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS